Universitas Muhammadiyah Jember 276 Jurnal Pengabdian Masyarakat Ipteks Vol. 7 No.2 Desember 2021 Hal: 276 -281 e-ISSN:2528-116X p-ISSN:2527-5216 Pemanfaatan Aplikasi E-Posyandu di Desa Kemuning Lor Jember Muhammad Yunus*, Atma Deharja, Maya Weka Santi, Sustin Farlinda, Rossalina Adi Wijayanti, Novita Nuraini Politeknik Negeri Jember e-mail: *m.yunus@polije.ac.id, atma_deharja@polije.ac.id, mayaweka@polije.ac.id, sustin@polije.ac.id, rossa@polije.ac.id, novita_nuraini@polije.ac.id Diterima: September 2021 | Dipublikasikan: Desember 2021 ABSTRAK Pemanfaatan aplikasi eposyandu oleh Kader Posyandu Manggis 15 dan Manggis 18 di Desa Kemuning Lor, Jember masih belum optimal. Kader lebih memilih menggunakan cara konvensional karena masih kurang pemahaman teknologi informasi. Sehingga hal berdampak pada proses kinerja dan layanan kepada masyarakat yang kurang optimal karena muncul permasalahan seperti pengisian metadata pada buku form register tidak konsisten, pencarian data yang lama, perhitungan data stunting atau gizi buruk relatif lama dan pengelolaan laporan yang kurang optimal. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pelatihan pemanfaatan aplikasi eposyandu dengan tahapan mulai dari persiapan, pengambilan informasi, analisis, desain, pengkodean dan proses training. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa update pengetahuan kader dalam menggunakan aplikasi eposyandu. Serta pemahaman dalam pengelolaan laporan untuk deteksi dini stunting. Kata kunci: eposyandu, manggis 15, manggis 18, kemuning lor, jember ABSTRACT The utilization of the eposyandu application by the Mangosteen 15 and Manggis 18 Posyandu cadres in Kemuning Lor Village, Jember is still not optimal. Cadres prefer to use conventional methods because they still lack an understanding of information technology. So that this has an impact on the performance process and services to the community that are less than optimal due to problems such as filling out metadata in the register form book is not consistent, searching for long data, calculating stunting or malnutrition data is relatively long and managing reports that are less than optimal. Therefore, in this community service activity, training on the use of the eposyandu application was carried out with stages ranging from preparation, information retrieval, analysis, design, coding and training process. The results of this service activity are in the form of updating the knowledge of cadres in using the eposyandu application. As well as understanding in managing reports for early detection of stunting. Keywords: eposyandu, manggis 15, manggis 18, kemuning lor, jember PENDAHULUAN Posyandu Manggis 15 dan Manggis 18 yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini terletak di Desa Kemuning Lor Kabupaten Jember. Jumlah kader yang berperan sebagai petugas posyandu pada ke dua mitra masing-masing 5 orang dengan rata-rata tingkat pendidikan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini tentunya dapat memperngaruhi kinerja kader dalam proses pengelolaan data posyandu yang saat ini masih dilaksanakan secara manual yaitu dengan pengisian form register posyandu pada buku besar. Adanya proses pengelolaan data posyandu yang masih dilakukan secara manual memiliki beberapa dampak diantaranya pengisian metadata pada form register posyandu (misalnya form register bayi dan anak) sering tidak konsisten dan tidak lengkap, kesulitan dalam proses pencarian data serta kesulitan dalam proses pengolahan laporan misalnya menentukan status gizi buruk bayi atau stunting. Seperti yang diketahui bahwa kasus stunting di Jember mencapai angka 37.08% yang