ISSN: 2614-6754 (print) ISSN: 2614-3097(online) Halaman 4315-4318 Volume 5 Nomor 3 Tahun 2021 Jurnal Pendidikan Tambusai 4315 Burnout Work In School Teacher in Solok City Kejenuhan Kerja (Burnout) pada Guru Sekolah di Kota Solok Izzati Rahmi, Suci Rahma Nio Universitas Negeri Padang izzatirahmi17@gmail.com Abstrak Arah penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh burnout pada guru di Kota Solok. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner terbuka kepada masing-masing responden. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Alat ukur yang digunakan yaitu skala Maslach Burnout Inventory (MBI). Subjek penelitian yaitu 50 orang guru di Kota Solok, teknik yang digunakan adalah purposive sampling yang artinya setiap subjek harus berdasarkan kriteria tertentu.Data diolah dengan bantuan program SPSS 22 for windows. Hasil yang didapatkan burnout memiliki pengaruh sebesar 78 % dengan kategori tinggi. Kata Kunci : Burnout, guru, dan peserta didik Abstract The direction of this research is used to determine the effect of burnout on teachers in the city of Solok. The method in this study used a descriptive method. Data were collected by distributing open questionnaires to each respondent. The scale used in this study is the Likert scale. The measuring instrument used is the Maslach Burnout Inventory (MBI) scale. The research subjects were 50 teachers in Solok City. The technique used was purposive sampling, which means that each subject had to be based on certain criteria. The data was processed with the help of the SPSS 22 for Windows program. The results obtained by burnout have an effect of 78% in the high category. Keyword : Burnout, teacher, and student PENDAHULUAN Keadaan seseorang saat cemas, tidak dapat memusatkan perhatian, tertekan, tidak rasional, dan tidak adanya rasa kegembiraan terhadap pekerjaan mengakibatkan seseorang stress. Hal tersebut disebut dengan burnout (Wardhani, 2012). Buronut merupakan keadaan dimana terjadinya kelelahan akibat pekerjaan yang menumpuk (Maslach & Jackson 1981). Burnout dikemukakan oleh Freudenberger (1974) yang mengatakan bahwa tekanan pekerjaan menunjukkan respon negatif representasi dari sindrom psychological stress. Berdasarkan pengamatan Freudenberger, burnout muncul saat tubuh dan pikiran merasa tegang menghadapi stress yang tinggi. Burnout ditandai dengan sakit fisik seperti sakit kepala, flu, susah letih, sakit punggung, dan demam (Puspitasari, 2014) serta merasa bosan, gelisah, sinisme, putus asa, sering marah, dan tertekan (Atmaja & Suana, 2018). Pada penelitian (Kharisma, 2020) mengatakan bahwa burnout terjadi karena stress panjang yang berdampak pada segi kelelahan secara fisik maupun nonfisik sehingga mengakibatkan seseorang merasa tidak nyaman di lingkunagn kerja. Burnout dialami oleh seseorang yang intensitas kerjanya tinggi dan berhubungan dengan pressure tinggi di tempat kerja. Burnout berdampak pada prestasi kerja karena stress tinggi. Burnout mengakibatkan berbagai kesalahan dengan rekan kerja, lingkungan kerja, dan tidak menerima masukan dari orang lain (Laeeque, 2014). Orang yang mengalami burnout biasanya terjadi pada pekerjaan bidang pelayanan masyarakat (Maslach & Jackson, 1981) seperti guru, perawat polisi, dan