124 Vol. 3, No. 2, Oktober 2016 ULU AMBEK: SEBUAH PERTARUHAN NILAI Dilmai Putra, Koes Yuliadi, Wilma Sriwulan ABSTRACT Ulu ambek is the battle among nagari (=villages) and among their customary leaders through their fighters namely pandeka ulu ambek. The battle is the fight of values which stakes the greatness, honor, and prestige of a nagari and all of its equipments. The battle is done in order to gain recognition and existence from other nagari. Ulu ambek is conceptualized and created as a battle which honors sportsmanship, ethics, and aesthetics. Sportsmanship can be seen from its rules and the rule keepers; ethics can be seen from the way to do it; and aesthetics can be seen from the movement. In Minangkabau society, the terms balahie babatin means that there are things that can be seen physically and the others that can only be felt mentally. In physical appearance, ulu ambek is seen as an attractive movement that’s equal to suntiang, a traditional head ornament of Minangkabaunese’s bride. In spiritual way, ulu ambek is a battle using spiritual and supernatural power. Through the spiritual and supernatural power, ulu ambek is presented in the movements of attacking and repelling opponent’s strike without any physical contact. Keywords: Ulu ambek, battle, value, ethics, sportsmanship, nagari A. PENDAHULUAN Ulu ambek merupakan salah satu pamenan anak nagari yang terdapat di daerah Padang Pariaman, Sumatera Ba- rat. Secara fisik ulu ambek berupa gera- kan-gerakan berlawanan yang ditampil- kan oleh dua orang laki-laki, diiringi dengan dampeang (sejenis dendang vokal). Gerakan-gerakan yang berpola dan indah menjadikan ulu ambek dipan- dang sebagai tarian. Gerakan yang berlawanan dan saling menyerang, bisa juga dianggap silek. Namun jika dite- lusuri lebih dalam, ulu ambek bukan tari, juga bukan silek, akan tetapi ulu ambek adalah ulu ambek, yang utuh, mandiri dan menjalankan fungsi tersendiri da- lam masyarakatnya. Bagi masyarakat Padang Paria- man ulu ambek adalah suntiang niniak mamak, pamenan nan mudo-mudo, pa- kaian dek nan tuo, ganggam arek kapalo mudo (sunting ninik mamak, permainan anak muda, identitas atau jati diri bagi yang tua, berada di bawah kewenangan kapalo mudo 1 ). Berdasar-kan predikat yang melekat pada ulu ambek, dapat dipahami bahwa ulu ambek merupakan ritual adat dari ma-syarakat Padang Pariaman. Niniak ma-mak, urang tuo, kapalo mudo, dan mudo-mudo, meru- pakan unsur yang dominan dalam 1 Kapalo mudo dalam struktur adat ma- syarakat Pariaman adalah jabatan yang ber- fungsi mengatur semua kegiatan, ritual adat, berbagai seni dan tradisi hingga pesta perka- winan. Kapalo mudo merupakan orang yang cakap, tangkas, dan memiliki beberapa kemam- puan dan keahlian yang berkaitan dengan adat dan tradisi; ia merupakan perpanjangan tangan dari ninik mamak.