Diselenggarakan oleh : LEMBAGA PENELITIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPPM) UNMAS DENPASAR JL. KAMBOJA NO. 11 A KOTA DENPASAR – PROVINSI BALI 29 – 30 AGUSTUS 2016 169 Unmas Denpasar IbM KELOMPOKTERNAKMADULEBAHDESA PELAGA KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG I Made Kartika 1 , I Made Sumada 2, I Made Santosa 3 1,3 Fakultas Ekonomi , Universitas Ngurah Rai Denpasar 2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Ngurah Rai Denpasar kartikamd@yahoo.co.id ABSTRAK Ipteks bagi Masyarakat /IbM telah dilaksanakan di Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten badung pada kelompok Ternak Madu Giri Lebah(mitra I) dan Kelompok Ternak Madu NyangiSari( mitra II) kegiatan pengabdian pada masyarakat pada tahun 2015.Permasalahan mitra adalah bagaimana meningkatkan produksi madu, kualitas madu serta pemasaran hasil produksi yang belum optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut programpengenalan mengoperasikan alat produksi yang efektif yang berbasis t eknologi ‟alat pengepresan madu:Ekstraktor”sedangkandalam meningkatkan pemasaran dengan melakukan kemitraan dengan pengusaha yang menampung / konsumsi produk, memperbaiki kemasan , dan manajemen produk berorientasi pasar. Sehingga mampu meningkatkan produksi dan pemasaran.Luaran yang dihasilkan dari kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini adalah : Selama kegiatan IbM. Kelompok ternak Madu Giri Lebah dab kelompok ternak Nyangi Sari akan mampu menghasilkan madu 25-45 botol ukuran 650ml dan madu lebah kecil (kele) 5-10 botol ukuran 250ml. Meningkatnya Hasil produksi kelompok ternak madu berupa madu lebah.Model program manajemen operasional pada ekstraktorini akan mengatasi masalah dalam waktu kerja yang cepat, karena dalamwaktu yang singkat dapat memprediksi luaran madu sebagai produk, sehingga biaya operasional pekerjaan menjadi murah dan penggunaan tenaga kerja serta waktu kerja yang efisien.Metode pelaksanaan, untuk mengefektifkan pelakasanaan kegiatan maka diperlukan suatu kerjasama dengan mengedepankan :1) melaksanakan kemitraan dalam hal ini yang terlibat sebagai mitra.2) Dalam hal produksi alat ekstraktor yang dapat membantu dengan mudah melakukan pengepresan madu , dan menjaga kualitas madu dengan baik. Dan mampu melayani pembeli tidak lagi menunggu hasil pengepresan, memprediksi jumlah madu yang dihasilkan.3) Keswadayaan, keswadayaan harus dikembangkan sebagai strategi dasar pemdampingan masyarakat mengingat jangka waktu yang terbatas. 4)Orientasi pasar, dimana yang dihasilkan benar-benar merupakan kebutuhan pasar sehingga tetap keberlanjutan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dapat disimpulkan penggunaan alat „Ekstraktor “ pada kedua mitra dapat membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil madu,. Kata kunci : Ternak Madu Lebah, produksi, Ekstraktor, Desa Pelaga PENDAHULUAN Kelompok TernakMadudiDesaPlagaKecamatanPetangKabupatenBadung bergerakdalambidangagribisnis dengan produksimadulebahdanmadu”kele”hutan (Apisdorsata)mampu menyediakanmaduuntukmemenuhipermintaankonsumenbaik yangadadikabupatenBadungmaupunwilayah lainnya.Produksimadusecarasederhana manualmasihbanyakmenemuikendaladankadangtidakmampumemunuhipermintaan konsumenyangberakibatpadapenurunan pendapatandarianggotakelompok.Kualiatas madumasih belum optimal sesuai dengan standarpasar. Sistem pemasarannya masih