KOMODIFIKASI BUDAYA: RELASI FAKTA, TEGANGAN DAN NEGOSIASI PERGESERAN KOMPONEN BUDAYA DALAM KARYA-KARYA SASTRAWAN MUDA SASTRA BALI MODERN I Gede Gita Purnama Arsa Putra Universitas Udayana gita_purnama@unud.ac.id dan Ida Bagus Gede Paramita STAH Negeri Mpu Kuturan ibgparamita@gmail.com Abstract Cultural commodification that occurs in the components of Balinese culture is one of the attractions of young writers of modern Balinese Literature. The phenomenon of the commodification of culture then becomes one of the choices of idea for their work and becomes their response as part of the social community. The massive commodification of Balinese culture produces tension and negotiation among the individuals within the Balinese community. Through modern Balinese literary authors, socio-cultural reflections in the community as the effect of cultural commodification can be read carefully. Keywords: commodification, young writers, modern Balinese literature I. Pendahuluan Sastra Bali modern adalah salah satu bagian dari sastra yang berkembang di Bali. Keberadaan sastra Bali modern untuk pertama kalinya dipublikasikan dalam bentuk cerita pendek pada buku-buku pelajaran bahasa Bali terbitan pemerintah kolonial Belanda (Putra, 2010:16). Sejak awal kelahirannya hingga jelang awal abad ke-21, kehidupan sastra Bali modern mengalami masa yang sangat sulit, sayup-sayup nyaris mati namun tetap bertahan dengan segala keterbatasannya (Putra, 2010; Bagus,2002; Edy;1991). Namun keberadaan sastra Bali modern menunjukkan perkembangan yang positif pasca hadirnya penulis-penulis muda di tahun 2000-an. (Putra, 2017). Penulis muda yang muncul diantaranya adalah I Made Sugianto dan Putu Supartika. Kedua penulis muda ini memiliki energi yang besar dalam menggerakkan perkembangan sastra Bali modern. Mereka sangat aktif menulis dan melahirkan karya, baik yang mereka publikasikan dalam bentuk buku cetak, maupun mereka publikasikan melalui jejaring media sosial. Semangat muda penuh gairah bersastra serta kekuatan dorong yang begitu besar menjadikan karya-karya mereka memiliki ciri yang sangat kuat, khususnya pada kekuatan kritik atas fenomena sosial budaya yang mereka cermati di Bali. Made Sugianto mendirikan percetakan Pustaka Ekspresi yang sangat getol membantu penulis-penulis muda lainnya dalam mempublikasikan karyanya. Kemudian CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja