3 rd Economics & Business Research Festival 13 November 2014 Analisis Tingkat Literasi Keuangan dan Dampaknya terhadapKeputusan Pinjaman Pribadi The Central Bank of Indonesia has announced the amount of personal debtors for personal loan in Indonesia from 2010 to 2013 has increased to the level of 14% annually. One of influence faktors for this issue is the level of literasi keuangan of the debtors. Research on literasi keuangan became popular lately due to its connection with many other financial aspects, such as; financial decision in using credit card, buying financial assets, choosing investment projects, and many others. The purpose of this research is to figure out the level of literasi keuangan among well educated people and its impact to their personal loan decision. We sampling about 61 people as our respondents with minimum education level master degree. The reason for selecting respondent with these criteria based on assumption that they have better literasi keuangan concept. Data gathered through survey, sending in many social media and processed with quantitative descriptive to measure the level of their literasi keuangan combined with quantitative statistical processing to figure out the affect of literasi keuangan to the personal loan decision. As the result of this research, our respondent has more than average literasi keuangan and furthermore the literasi keuangan level influenced them in making personal loan decision. Keywords: literasi keuangan, personal loan, well educated people LATAR BELAKANG Keputusan yang dibuat terkait dengan masalah keuangan memerlukan pemahaman keuangan yang baik pula. Pemahaman yang baik discputar masalah keuangan atau yang lebih dikenal dengan istilah literasi keuangan scharusnya menjadi perhatian bagi setiap orang yang memiliki urusan keuangan. Kebutuhan untuk memiliki tingkat literasi keuangan yang baik terutama diperlukan untuk kalangan menengah memiliki jumlah penghasilan yang tinggi dan merupakan kelompok pekerja keras. Mereka yang berada di kelompok menengah ini merupakan tar-get bagi penjualan berbagai produk investasi, sehingga ketidakpahaman akan masalah keuangan akan membuat mereka mudah sekali dipengaruhi oleh penjual produk keuangan. Sayangnya, basil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan kelompok menengah memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah (Ahmad, 2010) Laporan yang dirilis oleh Bank Indonesia pada bulan Juli 2014 (www.bi.go.id) menyebutkan hanya 32% dari penduduk Indonesia memiliki akses yang baik terhadap lembaga keuangan informal. Susnaningsih Muat Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, UIN Suska Riau msusnaningsih @ gmail.com Desrir Miftah Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, UIN Suska Riau desrirmiftah @ gmail. com Hesty Wulandari Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, UIN Suska Riau hesty.wulandar-i@gmail.com ABSTRACT Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana 465