PENGAMATAN UNSUR GEOKIMIA BATUAN ULTRAMAFIK DI DAERAH PERTAMBANGAN PT. BINTANG DELAPAN MINERAL Jance Murdjani Supit (1) dan Muhammad Amril Asy’ari (2) (1) Jurusan Teknik, FMIPA Universitas Negeri Papua (1) Program Studi Teknik Pertambangan Politeknik Negeri Banjarmasin Abstract The research is dealing with weathering and geochemistry behavior of ultramafic rock element. This study consists of field work and laboratory analysis The aim of research is to understand the grade of weathering, and geochemistry behavior of element during weathering in Bahodopi, Morowali Regency, Central sulawesi. Red limonite, yellow limo- nite, and saprolite are the weathering product of ultramafic rock (peridotite). Weathering index calculation indicates the weatering grade increasing with the depth decreasing (from 12 metres to 0 metre or from bedrock to red limonite). The mass balance calculati- on indicates the addition of Ni grade increases up to 315% (10.054 kg/m 3 ), Fe = 286% (180.765 kg/m 3 ), Co = 243% (986kg/m 3 ), Al = 340% (8,923 kg/m 3 ), Cr = 144% (1,303 kg/m 3 ), whereas Mg grade decrease up to 99% (158kg/m 3 ), Si also has 99% (188 kg/m 3 ). Keywords : Weathering, geochemistry behavior, ultramafic rock 1. PENDAHULUAN Bahodopi merupakan salah satu daerah di Kabupaten Morowali yang potensial akan bahan galian nikel laterit yang berasal dari pelapukan batuan ultramafik. Menurut Golightly (1979) en- dapan nikel laterit dihasilkan dari proses pela- pukan batuan ultramafik yang kaya akan mine- ral olivin dengan kandungan nikel 0,3-0,4%. Ba- tuan ultramafik daerah Bahodopi diperkirakan berumur kapur (simanjuntak dkk, 1993). Batuan tersebut tersingkap di permukaan dan menga- lami pelapukan yang intensif, ini ditunjukkan de- ngan bervariasinya ketebalan (3-30 m) dan ka- dar unsur-unsur yang terbentuk pada endapan laterit yang dihasilkan. Memperhatikan kondisi tersebut maka perlu dilakukan studi tentang pe- lapukan dan perilaku geokimia unsur batuan ul- tramafik di daerah Bahaodopi. Pelapukan adalah proses perubahan fisik dan kimia pada batuan atau mineral yang ber- langsung di atau dekat permukaan bumi (Wa- heed, 2002). Pelapukan kimia yang mengaki- batkan pengayaan sekunder pada unsur-unsur tertentu dan menghasilkan endapan yang eko- nomis seperti nikel, disebut lateritisasi (Waheed, 2002). Lateritisasi meningkatkan kandungan ni- kel hingga 30 kali dari batuan asalnya. Asal en- dapan nikel laterit adalah batuan ultramafik yang tersusun oleh mineral olivin, piroksen, dan serpentin yang merupakan mineral-mineral de- ngan stabilitas rendah dan rentan terhadap pe- lapukan kimia. Menurut Gleeson dkk, 2003 late- ritisasi terjadi pada daerah tropis hingga sub tropis basah karena pada iklim tersebut proses pelapukan berlangsung dengan intensif teruta- ma pelapukan kimia. Berdasarkan uraian diatas maka permasa- lahan yang dapat dibahas adalah tentang pela- pukan kimia yang menghasilkan endapan nikel laterit (lateritisasi) dan perilaku geokimia selama proses pelapukan tersebut berlangsung pada batuan ultramafik. Dari identifikasi permasalah- an diatas dapat dirumuskan masalah: (1). Ba- gaimana tingkat pelapukan kimia di daerah pe- nelitian? (2). Bagaimana perilaku geokimia un- sur selama proses pelapukan terjadi. Tujuan penelitian ini adalah: (1). Menjelas- kan tingkat pelapukan kimia di daerah peneliti- an. (2).Menjelaskan tentang perilaku geokimia unsur selama proses pelapukan. Lingkup kajian dari penelitian ini dibatasi pa- da indeks pelapukan kimia, perubahan densitas selama terjadinya pelapukan, perilaku geokimia unsur, dan perubahan massa yang terjadi sela- ma proses pelapukan di daerah penelitian. Hasil yang igin dicapai dari penelitian ini ya- itu: (1).Mengetahui tingkat pelapukan kimia pe- lapukan dan perubahan densitas. (2). Mengeta- hui perilaku geokimia unsur dan perubahan ke- setimbangan massa batuan ultramafik selama pelapukan di daerah penelitian. 2. FUNDAMENTAL Menurut Waheed (2002) pelapukan pada batuan ultramafik dapat terjadi secara fisik mau- pun kimia. Pelapukan fisik merupakan proses Pengamatan Unsur Geokimia Batuan Ultramafik ………… (Jance Murdjani Supit dan Muhammad Amril Asy’ari) 1