p-ISSN: 2356-0533; e-ISSN: 2355-9195 . 1 Mahasiswa, Program Studi D-IV Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta no.9, e-mail: bellacahyaningrum7598@gmail.com 2,3 Dosen, Program Studi D-IV Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang , Jln. Soekarno Hatta no. 9 Malang. e-mail: yulianto@polinema.ac .id, sungkono@polinema.ac.id Jurnal Elkolind Volume 8, Nomor 3, September 2021 DOI: 10.33795/elkolind.v8i3//255 190 Sistem Kontrol Torsi Motor Extruder Mesin Molding Microplastic Metode Fuzzy Logic Berbasis NI MyRio 1900 Bella Cahya Ningrum 1 , Yulianto 2 , Sungkono 3 [Submission: 30-07-2021, Accepted: 07-09-2021] Abstract— Currently, technological advances in the industrial sector are getting better. Changes in patterns and methods of production in today's Industry have become automatic, which were originally manual by humans. Currently, the production is switching to a faster and more efficient automation system to produce products. The one of the printing systems that work automatically is injection molding. Injection molding machines are used to support the TEFA (Teaching Factory) program. The microplastic molding machine is a mini version of the industrial microplastic injection molding machine. With the same working principle, namely rotating the extruder so that the melted plastic seeds can be pushed into the mold molding machine, then they are rotated using a stepper motor. The use of a stepper motor is regulated with a rotational speed of 37.5 rpm normally and efficiently. The stepper motor control used Labview NI MyRio 1900 with the relevant and efficient Fuzzy Logic method for adjusting the motor speed (rpm) of the stepper motor. Keywords-– Fuzzy Logic, Labview, Molding Microplastic, NI MyRio 1900 Intisari— Kemajuan teknologi dalam bidang Industri semakin pesat. Perubahan pola dan cara produksi di Industri saat ini menjadi otomatis yang awalnya manual tenaga manusia. Termasuk pada proses pencetakan barang, kini pencetakan barang beralih ke system automasi yang lebih cepat dan efisien untuk menghasilkan produknya. Salah satu system cetak yang bekerja secara automasi yaitu injeksi molding. Mesin injeksi molding digunakan untuk mendukung program Teaching Factory. Mesin molding mikroplastik merupakan versi mini dari mesin injeksi molding mikroplastik industry. Dengan prinsip kerja yang sama yaitu memutar extruder agar biji plastik yang sudah meleleh dapat terdorong ke mesin molding cetakan, maka diputar dengan menggunakan motor stepper. Penggunaan motor stepper diatur dengan kecepatan putar 37.5 rpm secara normal dan efisien. Kendali motor stepper menggunakan Labview NI MyRio 1900 dengan metode Fuzzy Logic yang relevan dan efisien untuk adjustment kecepatan motor (rpm) motor stepper. Kata KunciFuzzy Logic, Labview, Molding Microplastic, NI MyRio 1900 I. PENDAHULUAN Teknologi yang kini semakin berkembang sehingga industri membutuhkan mesin molding yang canggih untuk melakukan pencetakan. Sehingga tidak menggunakan sumber daya manusia. Hal ini dilakukan agar lebih efisien waktu dan lebih presisi. Pada penelitian Rancangan Desain Mold Produk KNOB Regulator Kompor Gas Pada Proses Injection Molding memiliki empat tahapan siklus dalam proses pencetakan molding microplastic. Siklus tersebut merupakan hal penting dalam pencetakan yaitu mencegah kebocoran lelehan plastik dengan menutup rapat flank mode, melakukan pengisian plastik pada mold dan memenuhi ruangan sesuai dengan bentuk yang akan dicetak, pendinginan material plastik setelah lelehan plastik memenuhi cetakan, lalu ejection ketika cetakan terdorong sehingga bagian plastik yang telah mengeras dapat keluar dari cetekan [1]. Sesuai dengan kebutuhan mesin molding microplastic terdapat biji plastik High Density Polyethylene yang merupakan polietilena dengan jumlah rantai cabang yang lebih sedikit dan memiliki sifat bahan yang keras, kuat, dan lebih tahan suhu yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk proses pencetakan [2]. Berbeda dengan industri besar dan penelitian sebelumnya, molding molding microplastic ini diciptakan untuk membantu program teaching factory sehingga dapat meningkatkan kualitas perkuliahan. Berdasarkan dengan harapan pemanfaatannya, sehingga peneliti menggunakan motor stepper untuk penggerak mesin molding microplastic. Motor penggerak ini memiliki kemampuan meraih torsi maksimal pada putaran awal yang dipicu oleh pulsa-pulsa diskrit [3]. Pengubahan torsi merupakan poin utama untuk mengontrol pergerakan motor stepper sehingga pengubahan nilai torsi dengan adjustment kecepatan putar motor yang menggunakan set point rpm. Pengaturan pwm menjadikan periode atau frekuensi gelombang berubah-ubah sesuai dengan kurva torque versus speed dari motor stepper, yang mana antara torsi dengan rpm pada motor berbanding terbalik [4]. Pergerakan mesin molding microplastic membutuhkan sensor untuk mengolah nilai torsi yang keluar sehingga menggunakan Torque Sensor sebagai feedback torsi pada screw extruder. Torque sensor memiliki dua sisi input dan output. Sensor ini dapat disambungkan dengan screw extruder yang akan berputar saat menerima torsi dari motor stepper. Bagian tengah antara masukan dan keluaran sensor terdapat spring, spring tersebut dapat berubah dan perubahannya akan terbaca oleh rotary encoder pada kedua sisi input dan outputnya [5]. Perubahan ini terjadi apabila screw extruder mulai melambat saat