|345 Indonesian Journal of Natural Science Education, Volume 03, Nomor 2 Indonesian Journal of Natural Science Education (IJNSE) Volume 03, Nomor 02, 2020, pp: 345~355 p-ISSN: 2621-8747, e-ISSN : 2621-8755 e-mail: ijnse@untidar.ac.id, website: jom.untidar.ac.id/index.php/ijnse/index PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERWAWASAN KEARIFAN LOKAL LAHAN BASAH MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMPN 8 BANJARMASIN Syifa Silmina a) , Syubhan Annur, Maya Istyadji Universitas Lambung Mangkurat, Jl. Brigjend H. Hasan Basri, Banjarmasin email: a) syfasilmina@gmail.com Received: 25 Oktober 2020 Revised: 15 November 2020 Accepted: 28 November 2020 ABSTRAK Penelitian ini berawal dari kebutuhan guru akan ketersediaan bahan ajar IPA terpadu berwawasan kearifan lokal lahan basah untuk kelas VIII yang mengacu pada Kurikulum 2013. Pokok bahasan getaran, gelombang, dan bunyi dalam kehidupan sehari-hari merupakan pokok bahasan IPA terpadu yang mempunyai keterkaitan dengan kearifan lokal lahan basah. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian pengembangan bahan ajar IPA terpadu berwawasan kearifan lokal lahan basah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) validitas bahan ajar, (2) keefektifan bahan ajar, dan (3) kepraktisan bahan ajar. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan tipe Dick and Carey. Data diperoleh melalui lembar validasi bahan ajar, tes hasil belajar, dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) validitas bahan ajar yang dikembangkan sangat valid, (2) efektivitas bahan ajar berkategori efektif, dan (3) kepraktisan bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan angket respon peserta didik berkategori praktis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa bahan ajar IPA terpadu berwawasan kearifan lokal lahan basah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah di SMPN 8 Banjarmasin layak digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: bahan ajar, IPA, kearifan lokal, lahan basah, pembelajaran berbasis masalah PENDAHULUAN IPA adalah ilmu yang mempelajari tentang fenomena alam dan segala sesuatu yang ada di alam. Di dalam pembelajaran IPA, peserta didik membangun pengetahuan bagi dirinya. Bagi peserta didik, pengetahuan yang ada di benaknya bersifat dinamis, berkembang dari sederhana menuju kompleks, dari ruang lingkup dirinya dan di sekitarnya menuju ruang lingkup yang lebih luas, dan dari yang bersifat konkret menuju abstrak. Sebagai manusia yang sedang berkembang, peserta didik telah, sedang, dan akan mengalami empat tahap perkembangan intelektual, yakni sensori motor, pra- operasional, operasional konkret, dan operasional formal (At-Taubany, 2017). Untuk peserta didik tingkatan SMP (Sekolah Menengah Pertama), umumnya berada pada fase peralihan dari operasional konkret menuju operasional formal. Ini berarti, peserta didik SMP telah dapat diajak berpikir secara abstrak, misalnya melakukan analisis, inferensi, menyimpulkan, menggunakan penalaran deduktif dan induktif. Haryanti (2017) mengatakan bahwa pembelajaran IPA di sekolah harus mampu melatih peserta didik untuk menggali kemampuan dan keterampilan dalam mencari, mengolah, dan menilai berbagai informasi secara kritis, serta bukan hanya