Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM], Vol. 2 (4): 441-454 DOI: https://doi.org/10.29244/jskpm.2.4.441-454 Copyright ã 2018 Departemen SKPM - IPB http://ejournal.skpm.ipb.ac.id/index.php/jskpm ISSN: 2338-8021; E-ISSN: 2338-8269 Agustus 2018 - 441 HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN KETUA DAN EFEKTIVITAS KELOMPOK WANITA TANI TOGA Correlation between Chief’s Leadership Style and the Efectivity of Women Farmer Group TOGA Iqbal Syahroni 1) , Siti Amanah 1) 1) Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, Darmaga Bogor 16680, Indonesia E-mail: isyahronii@gmail.com; siti_amanah@apps.ipb.ac.id ABSTRACT Leadership in a group can be seen through its effectiveness in group productivity, and goal attainment rate. Leadership style is a factor that influencing group effectivity. there are four leadership style: directive, supportive, participative, and achievement-oriented. Group effectivity is parted into productivity rate and goal attainment rate. The research objective was to analyze correlation between leadership style and group effectivity. A census was conducted at Benteng Village involving two KWTs, namely KWT Benteng Sejahtera (14 members) and KWT Puring (17 members). Data were collected through questionnaires, direct observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using Rank Spearman correlation. Research’s results showed that the leadership style of KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera are not dominated by just one style, the KWT leaders are showing the effectiveness in a situational condition. KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera’s Participative leadership style are correlated with productivity rate, while KWT Benteng Sejahtera’s achivement-oriented leadership style is correlated with goal attainment rate. Keywords: goal attainment rate, leadership style, productivity rate, women farmer groups ABSTRAK Kepemimpinan dalam kelompok berpengaruh terhadap perkembangan anggota dan pencapaian tujuan kelompok. Gaya kepemimpinan ketua merupakan faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok, termasuk kelompok wanita tani (KWT). Terdapat empat gaya kepemimpinan: direktif, suportif, partisipatif, dan achievement-oriented. Efektivitas kelompok dapat dilihat dari tingkat partisipasi anggota dan tingkat pencapaian tujuan kelompok. Tujuan penelitan ini adalah menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektivitas kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, dengan kasus KWT Benteng Sejahtera (14 anggota) dan KWT Puring (17 anggota). Data diperoleh secara sensus, didukung wawancara mendalam dan pengamatan langsung di lapangan. Data diolah menggunakan Rank Spearman untuk melihat hubungan antara gaya kepemimpinan, dukungan eksternal, kedinamisan kelompok dan efektivitas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada gaya kepemimpinan yang dominan dilakukan oleh ketua KWT Puring maupun KWT Benteng Sejahtera karena ketua lebih mengutamakan situasi yang akan dihadapi. Gaya kepemimpinan partisipatif ketua KWT Puring dan KWT Benteng Sejahtera menunjukkan hubungan positif dengan tingkat partisipasi, sedangkan gaya kepemimpinan achievement-oriented ketua KWT Benteng Sejahtera berhubungan positif dengan tingkat pencapaian tujuan kelompok. Kata kunci : gaya kepemimpinan, kelompok wanita tani, tingkat pencapaian tujuan, tingkat partisipasi. PENDAHULUAN Pembangunan pertanian Indonesia dilanda oleh krisis karena peran masyarakat dalam pembangungan pertanian dirasa kurang memberikan dampak yang lebih baik, dan mengkibatkan meningkatnya impor makanan pokok dari luar negeri yang sebagian besar merupakan produk pertanian. Peran masyarakat dalam pembangunan sektor pertanian harus ditingkatkan lagi, terutama dalam pemanfaatan petani dan sumberdaya alam. Satu petani tidak cukup dalam mengatasi seluruh sumberdaya alam yang berada di desa, maka dari itu setiap desa para petani berkumpul dan dijadikan dalam satu kelompok, yaitu kelompok tani. Sesuai dengan SK Menteri Pertanian No. 93/Kpts/OT.