JURNAL TEKNIK ITS Vol. 10, No. 2, (2021) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) B111 AbstrakKonsumsi energi di Indonesia semakin meningkat sedangkan ketersediaan sumber energi yang tidak terbarukan semakin menipis. Indonesia memiliki potensi yang cukup besar terutama sumber energi angin untuk digunakan sebagai sumber pembangkit listrik. Turbin angin Savonius yang diletakkan di dekat bangunan mampu menjadi media untuk menghasilkan tenaga listrik. Turbin angin Savonius berputar karena adanya selisih torsi pada advancing blade dan returning blade sehingga menghasilkan energi mekanik yang berubah menjadi energi listirk. Penelitian ini menggunakan turbin angin Savonius yang memiliki 2 sudu dengan diameter sudu turbin (D) sebesar 165,2 mm, diameter end plate (D0) 320 mm, dan diameter poros turbin (b) sebesar 19 mm. Model dinding untuk mensimulasikan dinding dari gedung yang terbuat dari kayu multiplies dengan panjang 1550 mm, lebar 450 mm, dan tinggi 705 mm diletakkan di dekat advancing blade. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan G/D = 1,58; H/L = 1; S/D = 4,91; T/D = 1,16; K/D = 1,31 dengan menggunakan variasi kecepatan angin 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 m/s. Hasil yang didapatkan dari eksperimen dengan memasang model dinding bangunan didekat advancing blade turbin angin Savonius dengan G/D = 1,58 adalah kecepatan optimum pada kecepatan angin 4 m/s dengan nilai Coefficient of Power sebesar 0,0596 pada λ = 0,698 dan Coefficient of Moment sebesar 0,1285 pada λ = 0. Pemberian model dinding juga meningkatkan kemampuan self starting turbin angin Savonius pada kecepatan 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 m/s dimana Coefficient of Static Torque yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan turbin tanpa dinding. Kata KunciCoefficient of Moment, Coefficient of Power, Dinding Bangunan, Kecepatan Angin, Turbin Angin Savonius. I. PENDAHULUAN NDONESIA merupakan negara dengan jumlah penduduk yang tinggi. Berdasarkan data dari hasil sensus penduduk 2020 pada september 2020 mencatat jumlah penduduk sebesar 270,20 juta jiwa. Jumlah penduduk hasil sensus penduduk 2020 bertambah sebanyak 32,56 juta jiwa dibandingkan hasil sensus penduduk 2010 [1]. Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya, Indonesia menjadi negara dengan konsumsi energi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kelima di kawasan Asia Pasifik setelah China, India, Jepang, dan Korea [2]. Total kapasitas yang terpasang mengalami peningkatan sebesar 5,18% dibandingkan dengan kapasitas yang terpasang pada akhir Desember 2018. Pada akhir Desember 2018, total kapasitas yang terpasang dan jumlah unit pembangkit PLN (Holding dan Anak Perusahaan) mencapai 43.856,58 MW dan 5.987 unit, dengan 30.368,23 MW (69,24%) berada di Jawa. Sedangkan pada tahun 2019, terjadi peningkatan dengan persentase kapasitas terpasang per jenis pembangkit sebagai berikut : PLTU 20.750,50 MW (47,31%), PLTGU 10.708,76 MW (24,42%), PLTD 3.692,38 MW (8,42%), PLTMG 1.336,93 MW (3,05%), PLTA 3.583,98 MW (8,17%), PLTG 3.188,90 MW (7,27%), PLTP 597,50 (1,32%), PLT Surya dan BLT Bayu 15,62 MW (0,04%). Adapun total kapasitas terpasang nasional termasuk pembangkit sewa dan IPP adalah 62.832,70 MW [3]. Indonesia masih didominasi oleh penggunaan sumber energi yang tidak terbarukan seperti fosil, minyak bumi, dan batu bara. Namun seiring berjalannya waktu dan bertumbuhnya jumlah penduduk di Indonesia, ketersediaan sumber energi yang tidak terbarukan semakin menipis. Untuk mengatasi punahnya sumber energi yang tidak terbarukan, maka alternatif penggunaan sumber energi baru terbarukan (EBT) atau renewable energy digunakan. Selain mengurangi penggunaan sumber energi yang tidak terbarukan, penggunaan sumber energi baru terbarukan secara tidak langsung dapat mewujudkan energi yang bersih dan ramah lingkungan [4]. Namun, energi yang dihasilkan oleh sumber Studi Eksperimental Kinerja Turbin Angin Savonius yang Terintegrasi dengan Gedung dengan Posisi Sudu Advancing Dekat Dinding pada Jarak G/D = 1,58 Anisah Nurul Izzah dan Tri Yogi Yuwono Departemen Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) e-mail: triyogi@me.its.ac.id I Gambar 1. Skema dan parameter penelitian. Keterangan: 1. D : Diameter sudu turbin (m) 2. L : Diameter turbin (m) 3. D 0 : Diameter end plate (m) 4. G : Jarak dari pusat poros turbin dengan dinding (m) 5. S : Jarak dari muka depan bangunan terhadap pusat poros turbin (m) 6. L Dinding : Panjang dinding bangunan (m) 7. H Dinding : Lebar dinding bangunan (m)