Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial 75 ISSN 1907-9990 | E-ISSN 2548-7175 | Volume 12 Nomor 1 (2018) DOI: 10.19184/jpe.v12i1.7590 PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP POLA KONSUMSI PETANI PADI PADA KELOMPOK TANI NGUDI REJEKI DI DESA WONOREJO KECAMATAN KENCONG KABUPATEN JEMBER Lujeng Shahadatus Safia 1 , Bambang Suyadi 1 , Hety Mustika Ani 1 1 Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember e-mail: lujeng_safia@yahoo.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan terhadap pola konsumsi petani padi pada kelompok tani Ngudi Rejeki Desa Wonorejo Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif karena dalam prosedur dan analisisnya peneliti menggunakan metode statistik berupa angka-angka. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari metode angket, observasi, wawancara dan dokumen. Analisis data yang akan digunakan yaitu analisis inferensial yang terdiri dari analisis regresi linier sederhana, analisis varian garis regresi, uji F, efektivitas garis regresi/koefisien determinasi dan standart error of estimate. Hasil penelitian menunjukkan variabel pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi petani padi pada kelompok tani Ngudi Rejeki di Desa Wonorejo Kecamatan Kencong sebesar 79,0%. Pengaruh tersebut bersifat positif yang berarti semakin tinggi pendapatan petani padi, maka pola konsumsi petani padi tersebut semakin beragam. Kata Kunci: Pendapatan, Pola Konsumsi, Kelompok Tani PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sektor pertanian merupakan sektor yang bertanggung jawab menyediakan kebutuhan pangan masyarakat sehingga eksistensinya mutlak diperlukan. Sektor pertanian merupakan sektor yang menyediakan kesempatan kerja terbesar bagi tenaga kerja, dimana pada tahun 2017 sebesar 30% dari seluruh angkatan kerja Indonesia bekerja di sektor pertanian. Desa Wonorejo adalah salah satu desa di Kecamatan Kencong Kabupaten Jember yang sebagian besar rumah tangga bekerja sebagai petani padi, yakni sebesar 66,52% atau sejumlah 2.397 rumah tangga (Kecamatan Kencong Dalam Angka, 2016). Sektor pertanian di desa Wonorejo berperan menyediakan bahan pangan pokok, kesempatan kerja, dan sumber pendapatan sebagian besar petani. Dengan luas tanam terbesar di Kecamatan Kencong yaitu 1.424 Ha diharapkan pendapatan yang diperoleh petani juga tinggi. Hasil wawancara dengan beberapa anggota kelompok tani Ngudi Rejeki menunjukkan bahwa pendapatan yang mereka terima sangat variatif dan tidak menentu. Petani padi dengan luas tanam 1 Ha rata-rata memperoleh pendapatan sebesar Rp 20.000.000, itupun jika hasil panen baik. Namun petani pada kelompok tani Ngudi Rejeki rata-rata memiliki luas lahan 0,4 Ha. Dengan luas tanam tersebut, petani berharap dapat memperoleh pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Banyak persoalan yang terjadi dalam sektor pertanian, antara lain pengetahuan dan kemampuan masyarakat yang masih rendah serta kepemilikan lahan yang sempit yaitu kurang dari 0,5 Ha sehingga dibutuhkan peranan dari pemerintah dalam hal ini pembentukan kelompok tani, dari kelompok tani inilah masyarakat petani akan diberdayakan sehingga produktivitas akan lebih efektif dan efisen. Pembinaan usahatani melalui kelompok tani tidak lain adalah sebagai upaya pencapaian tujuan bersama. Majunya sistem pertanian tercermin pula besarnya pendapatan yang diterima dan pendapatan tersebut sebagian besar untuk keperluan konsumsi keluarga. Oleh karena itu sebagian besar petani di Desa Wonorejo bergabung dengan beberapa kelompok tani. Pembentukan kelompok tani telah dilakukan oleh petani di Desa Wonorejo sebagai media penyuluhan yang diharapkan lebih terarah dalam perubahan aktivitas usahatani yang lebih baik lagi. Aktivitas usahatani yang lebih baik dapat dilihat dari adanya peningkatan-peningkatan dalam