233 Jurnal Sains Farmasi & Klinis p-ISSN: 2407-7062 | e-ISSN: 2442-5435 homepage: http://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id Pendahuluan Pada kondisi normal setiap nefron ginjal bekerja untuk menyaring, mereabsorpsi, dan mengekskresikan zat terlarut dan air. Ginjal adalah regulator utama untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan asam basa. Elektrolit yang dijaga keseimbangannya di dalam tubuh diantaranya adalah natrium, kalium, kalsium, magnesium, fosfat, dan klorida. Kation natrium (Na) dan kalium (K) adalah elektrolit yang perlu mendapat perhatian lebih karena kedua kation ini langsung mempengaruhi fungsi normal dari sel. Menurut laporan tahun 2012 dari Perkumpulan Nefrologi Indonesia (Pernefri), hemodialisis (HD) merupakan layanan yang paling banyak diberikan oleh unit renal (78%) dibandingkan dengan dialisis peritoneal dan transplantasi ginjal. Jumlah pasien baru yang menjalani HD meningkat pada tahun 2012 (19621 pasien) dibandingkan tahun 2011 (15353 pasien), begitupun pasien aktif HD meningkat pada tahun 2012 (9161 pasien) dibandingkan tahun Access this artcle ORIGINAL ARTICLE Vol. 5 No. 3 (Desember 2018) | pp. 233–242 | Studi Penggunaan Obat Untuk Menangani Gangguan Natrium Dan Kalium Pasien Penyakit Ginjal Terminal di RS Muhammadiyah Bandung (Drug Usage Study to Treat Sodium and Potassium Disorder in End-Stage Renal Disease Patients in Muhammadiyah Hospital Bandung) Yunisa Friscia Yusri *, Lia Amalia, dan Ida Lisni Sekolah Farmasi Insttut Teknologi Bandung ABSTRACT: End-stage renal disease can disturb the Na and K balance regulaton. Disturbances of Na and K in the body can be caused by decrease in renal functon and the efect of anthypertensive including RAAS (Renin Angiotensin Aldosterone System) inhibitors such as ACEI (Angiotensin-Convertng Enzyme Inhibitor) and ARB (Angiotensin Receptor Blocker). This disturbances can cause arrhythmia, brain edema, cardiac arrest and death. This study aims to determine the use and the efects of ACEI and ARB to the Na and K disorders in the pre-dialysis patents. This research is a cross-sectonal descriptve study on pre-dialysis patents in Muhammadiyah Hospital Bandung. This study obtains 22 patents that ft inclusion criteria, patents who had the results of measurements of Na and K levels in pre-dialysis. Based on the results, 59.09% had hyponatremia, 45.45% had hyperkalemia, and 4.55% had hypokalemia. To treat the conditon of hyponatremia NaCl 3% infusion were used. Whereas, to treat hyperkalemia furosemid, calcium gluconate, and calcium polystyrene sulfonate were used as single dose or a combinaton. Sodium and potassium disorders must be treated immediately to prevent the cell damage. The use of ACEI, ARB or a combinaton is not statstcally signifcant to the emergence of the conditon of hyponatremia and hyperkalemia. Keywords: hyponatremia; hyperkalemia; ACEI, ARB. ABSTRAK: Penyakit ginjal terminal dapat menyebabkan terganggunya pengaturan keseimbangan Natrium (Na) dan Kalium (K). Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh fungsi ginjal yang menurun dan pengaruh anthipertensi golongan penghambat SRAA (Sistem Renin Angiotensin Aldosteron) sepert ACEI (Angiotensin-Convertng Enzyme Inhibitor) dan ARB (Angiotensin Receptor Blocker). Gangguan ini dapat menyebabkan aritmia, edema otak, hent jantung hingga kematan. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat serta pengaruh penggunaan anthipertensi ACEI dan ARB terhadap gangguan Na dan K pada kondisi pasien pradialisis. Penelitan ini merupakan penelitan deskriptf-potong lintang (cross-sectonal) pada kondisi pasien pradialisis di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Dari penelitan diperoleh 22 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang memiliki hasil pengukuran kadar Na dan K pada kondisi pradialisis. Dari 22 pasien tersebut sebanyak 59,09% mengalami hiponatremia, 45,45% mengalami hiperkalemia, dan 4,55% mengalami hipokalemia. Untuk mengatasi kondisi hiponatremia digunakan infus NaCl 3%. Sedangkan untuk mengatasi kondisi hiperkalemia digunakan furosemid, kalsium glukonat, dan kalsium polistren sulfonat baik tunggal maupun kombinasi. Gangguan Na dan K harus segera diatasi untuk mencegah terjadinya kerusakan sel. Penggunaan anthipertensi ACEI, ARB maupun kombinasi keduanya secara statstk tdak bermakna yang berart tdak terdapat pengaruh penggunaan obat tersebut terhadap munculnya kondisi hiponatremia maupun hiperkalemia pada pasien. Kata kunci: hiponatremia; hiperkalemia; ACEI; ARB. *Corresponding Author: Yunisa Friscia Yusri Sekolah Farmasi Insttut Teknologi Bandung, Jl. Ganeca No.10, Lb. Siliwangi, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132| Email: yunisa.friscia@gmail.com