INTERVENSI KOMUNITAS Jurnal Pengabdian Masyarakat E-ISSN: 2714-691X OJS: http://ojs.itb-ad.ac.id/index.php/IK Vol. 1, No, 1: April-September 2019 KONTAK: Suharyadi haryadi@uksw.edu Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga, Indonesia, 50711. ©Diterbitkan oleh Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan. INTERVENSI KOMUNITAS adalah jurnal berbasis akses terbuka yang dikhususkan bagi artikel ilmiah hasil pengabdian masyarakat. Artikel ilmiah yang diterbitkan mencakup seluruh bidang pengabdian masyarakat, baik ekonomi, manajemen, sosial, humaniora, dan teknologi. Terbit dua kali dalam satu tahun. Internet Sehat: Solusi Bijak Masyarakat Desa Doplang, Kabupaten Boyolali a Suharyadi b Evi Maria a-b Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ABSTRAK Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dengan tema internet sehat di Desa Doplang, Kabupaten Boyolali, adalah (1) menumbuhkan dan membangun kesadaran masyarakat desa atas ancaman dampak negatif internet; (2) menguatkan citra internet sebagai media pembelajaran dan penyebaran informasi yang berguna untuk menambah pengetahuan dan wawasan anak-anak; (3) memberikan informasi yang memadai bagi orang tua dalam menyikapi dan mewaspadai dampak negatif dari internet bagi anak-anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah, pemutaran film pendek, dan praktik internet sehat. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat Desa Dolang memiliki pemahaman tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan internet. Dampak negatif yang dapat dicegah sejak dini, sedangkan dampak positif dari internet dapat terus digalakkan untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan serta tambahan pendapatan melalui bisnis online. INFORMASI ARTIKEL Diterima 09 Agustus 2019 Dipublikasi 28 September 2019 KATA KUNCI internet sehat, masyarakat, Desa Doplang 1. Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin cepat ditandai dengan kehadiran internet. Internet membuat dunia menjadi tanpa batas karena internet menyediakan informasi yang cepat dari berbagai belahan dunia. Pemanfaatan internet mengubah pola hidup dan budaya manusia dalam banyak aspek. Oleh sebab itu, internet tidak lagi sebatas hanya digunakan dalam bidang bisnis, ekonomi, politik, dan hukum, namun juga digunakan dalam bidang pendidikan dan pengasuhan anak. Pebisnis sampai dengan ibu rumah tangga percaya bahwa penggunaan internet dapat membuat aktivitas mereka menjadi lebih efektif dan efisien. Hasil survei jumlah pengguna internet di Indonesia yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggaran Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018 menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 64,8 persen, yaitu sebanyak 171,17 juta jiwa dari total jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 264,16 juta jiwa. Gambar 1 menyajikan hasil survei APJII tentang pengguna internet berdasarkan umur. Ada hal menarik, hasil survei menunjukkan bahwa 66,2 persen anak-anak usia 10-14 tahun sudah menggunakan internet, sisanya sebesar 33,8 persen bukan pengguna internet. Hasil survei juga menunjukkan bahwa 91 persen penduduk usia 15-19 tahun sudah menggunakan internet, dan hanya 9 persen saja penduduk usia 15-19 tahun yang belum menggunakan internet. Ini berarti sekarang ini terjadi pergeseran trend penggunaan internet. Awalnya, internet hanya digunakan oleh pebisnis dan ibu rumah tangga, sekarang internet digunakan oleh penduduk usia sekolah.