24 JURNAL ORTOPEDAGOGIA, VOLUME 5 NOMOR 1 JULI 2019: 24-27 Strategi Think-Talk-Write (TTW) dan Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Ekposisi Siswa Tunagrahita Ringan Widya Nindi Sari, Sudarsini, Eka Pramono Universitas Negeri Malang E-mail: widyanindisari@gmail.com Abstrak:membaca pemahaman adalah salah satu aspek berbahasa yang sangat penting dikuasai oleh siswa tunagrahita ringan. Membaca pemahaman lebih difokuskan pada keterampilan menguasai dan memahami isi bacaan. Kemampuan membaca pemahaman siswa akan terlihat jika dikaitkan dengan penguasaan jenis teks bacaan tertentu, salah satunya adalah jenis teks eksposisi. Untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dapat digunakan suatu strategi pembelajaran yaitu Think-Talk-Write (TTW). Tujuan dalam peneilitian ini adalah mengetahui perbedaan kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi siswa tunagrahita ringan sebelum dan sesudah diberikan strategi Think-Talk-Write (TTW) serta mengetahui pengaruh penerapan strategi Think-Talk-Write (TTW) terhadap kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi siswa tunagrahita ringan kelas VII di SMPLB Negeri Malang. Metode dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan design time series design. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh saat pre-test sebesar 43, sedangkan nilai rata- rata post-test meningkat menjadi 74. Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi Think-Talk-Write (TTW) memiliki pengaruh dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi pada siswa tunagrahita ringan. Kata kunci: Tunagrahita ringan; membaca pemahaman; Think-Talk-Write (TTW) Abstract: reading comprehension is one of the most important aspects of language competence of mild intellectual disability students. Reading comprehension is more focused on mastering skills and understand reading content. The students reading comprehension skills will be seen when associated with the mastery of certain types of text, one of which is exposition text. Due to improve students’ reading comprehension ability, we can use a learning strategy that is Think-Talk-Write (TTW). The purpose of this research is to know the diference of reading comprehension ability of expository text for mild intellectual disability students before and after being given the Think-Talk-Write (TTW) strategy and to know the efect of the application of Think-Talk-Write (TTW) strategy to the reading comprehension expository text for mild intellectual disability students in the Grade VII of SMPLB Negeri Malang. The method in this research is Quasi Experiment method with time series design. The results showed that the average value obtained during the pre-test is 43, while the average post-test value increased to 74. Based on the research outcome it can be concluded that the use of Think-Talk-Write (TTW) strategy has an efect in improving reading comprehension expository text for mild intellectual disability students. Keyword: mild intellectual disability, reading comprehension, think-talk-write (TTW) Membaca merupakan kemampuan pemahaman ide atau gagasan baik tersirat maupun tersurat. Keterampilan membaca adalah salah satu. aspek penting dalam berbahasa yang harus dikuasai oleh semua siswa, selain kemampuan berbicara, menulis, menyimak dan mendengarkan. Dalam memperoleh informasi yang ditampilkan dalam bahasa tulis dibutuhkan suatu keterampilan khusus, yaitu dengan membaca pemahaman. Membaca pemahaman adalah suatu proses dalam memperoleh sebuah makna yang juga mengaitkan pengetahuan serta pengalaman, memahami detail.isi bacaan yang telah dibacanya serta menguasai isi bacaan tersebut (Kurniawan: 2014). Membaca pemahaman lebih difokuskan pada keterampilan menguasai dan memahami isi bacaan. Kemampuan membaca pemahaman siswa akan.terlihat jika dikaitkan dengan penguasaan jenis teks bacaan tertentu, salah satunya adalah.jenis teks eksposisi. Teks eksposisi yaitu teks yang berisi tentang tulisan atau pokok pikiran yang bisa memperluas pandangan atau pengetahuan.seseorang yang membaca (Janah: 2014). Tunagrahita ringan adalah mereka yang berada di dalam kelompok yang adaptasi sosial dan tingkat kecerdasan terhambat, tetapi kelompok tersebut memiliki kemampuan untuk berkembang.dalam penyesuaian sosial, kemampuan bekerja, serta pelajaran akademik (Putri, 2012). Anak tunagrahita ringan adalah anak yang memiliki IQ 70-50. Salah satu kesulitan belajar anak tunagrahita ringan adalah membaca pemahaman. Kesulitan membaca pemahaman ini akan berdampak pada keterlambatan proses pembelajaran. Penyebabnya adalah anak tunagrahita ringan minim dalam mengikuti pelajaran secara baik serta cenderung lamban. Pada kenyataannya tingkat membaca pemahaman anak tunagrahita ringan pada teks eksposisi di SMPLB Negeri Malang masih sangat rendah. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya kemampuan.membaca pemahaman pada teks eksposisi tersebut. Selain karena IQ mereka yang rendah juga tidak adanya strategi pembelajaran yang selama ini brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang