Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi- Non Komersial-Berbagi Serupa 4.0 JOURNAL OF NURSING PRACTICE AND EDUCATION VOL. 03 NO. 01 DESEMBER 2022 DOI : 10.34305/jnpe.v3i01.558 E-ISSN 2775-0663| 11 ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATITUJUH KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2022 Mutia Agustiani Moonti, Lia Mulyati, Lilik Umini Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan mutiaamoonti@gmail.com ABSTRAK Faktor yang mempengaruhi memicu terjadinya hipertensi diantaranya adalah faktor genetik, jenis kelamin, umur, obesitas, konsumsi garam, alkohol, dan kurangnya aktivitas fisik. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan derajat hipertensi pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Jatitujuh Kabupaten Majalengka tahun 2022. Menggunakan metode analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 145 lansia dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner diamati dengan uji statistik Rank Spearmen. Lansia mengalami stres sedang dengan jumlah sebanyak 59 lansia (40,7%), lansia dengan diet hipertensi patuh yaitu sebanyak 76 lansia (52,4%), Responden dengan aktivitas fisik baik sebanyak 88 lansia (60,7%), lansia dengan derajat hipertensi tingkat 1 sebanyak 57 lansia (39,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stress dengan derajat hipertensi dengan p-value 0,014, diet hipertensi dengan derajat hipertensi dengan p-value 0,025, aktivitas fisik dengan derajat hipertensi dengan p-value 0,032. Diharapkan selalu memanajemen stres, mengatur pola makan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin dan teratur. Kata kunci: : Derajat hipertensi, faktor hipertensi, lansia Pendahuluan Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah dalam pembuluh darah meningkat, hal ini terjadi karena memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen di dalam tubuh, jantung akan bekerja lebih keras dalam memompa darah, sehingga kekuatan aliran darah terhadap kekuatan dinding arteri cukup tinggi untuk tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg, sehingga jika