Jurnal Petro 2019 VOLUME VIII No. 4, DESEMBER 2019 P-ISSN : 1907-0438 E-ISSN : 2614-7297 http://trijurnal.lemlit.trisakti.ac.id/index.php/petro Jurnal Petro Desember, Th, 2019 163 MATERIAL INSULASI TERHADAP EFEK KEHILANGAN PANAS PADA JALUR PIPA PANAS BUMI Samsol 1 , Kris Pudyastuti 1 , Nicko Matthew Lie 1 1 Universitas Trisakti, Jl. Kyai Tapa No.1 Grogol ABSTRAK Kehilangan panas yang disebabkan karena perpindahan panas dari suhu tinggi ke suhu rendah merupakan salah satu masalah yang dijumpai dalam perencanaan pipa panasbumi. Insulasi menjadi solusi dalam menanggulangi permasalahan tersebut. Analisis ini dilakukan pada jalur pipa yang terisolasi di lapangan uap berukuran 18 inci, analisis tersebut dilakukan dengan 3 jenis insulasi yaitu kalsium silikat, rockwool, foam glass. Ketiga material tersebut memiliki nilai konduktivitas yang berbeda, sehingga kemampuan menahan panas pada setiap material insulasi juga berbeda. Analisis ini dilakukan untuk menentukan material terbaik untuk menanggulangi kehilangan panas yang terjadi. Rockwool menjadi material yang terbaik dibandingkan 2 material lainnya. Kata Kunci : kehilangan panas, ketebalan insulasi, material insulasi ABSTRACT Heat loss which occured because heat transfer from high temperature to low temperature is one of major problem in piping design in geothermal. Insulation used to solve the problem. These analysis carried out in 18 inch pipeline in steam field. Calcium silicate, rockwool, and foam glass is selected as 3 materials in these study. These 3 materials have different thermal conductivity, so ability to withstand heat for each of them is different. This research used to determine the best material to solve heat loss. Rockwool is the best material from the other 2 materials. Keywords : heat loss, insulation material, insulation thickness I. PENDAHULUAN Kehilangan panas merupakan salah satu yang selalu terjadi pada perencanaan jalur pipa panas bumi, ini disebabkan karena perpindahan panas dari suhu tinggi ke suhu yang lebih rendah. Insulasi digunakan untuk menahan panas agar tidak berpindah dari dalam pipa (uap) ke lingkungan. Kemampuan insulasi dalam menahan panas bergantung dari bahan penyusunnya, yang disebabkan dari perbedaan konduktivitas setiap bahan insulasi. Penelitian ini dilakukan pada sebuah jalur pipa uap lapangan panas bumi. Permasalahan yang ingin diselesaikan pada penelitian ini yaitu bahan material apa yang optimal sehingga dapat menahan panas dengan baik. Analisis ini dilakukan pada jalur pipa panas bumi berukuran 18 inci, pada jalur pipa tersebut dilakukan analisis heat loss pada 3 jenis material insulasi. Material-material tersebut adalah calcium silicate, rockwool, dan foam glass. Analisis menggunakan persamaan matematika dari buku “Principle of Heat Transfer Sevent Edition” oleh Frank Kreith(Kreith, 2011). Kemudian ditentukan juga temperatur dinding pipa setiap ketebalan, yang nilainya dipengaruhi oleh besar perpindahan panas yang terjadi. Dengan adanya batasan untuk safety yang mensyaratkan temperatur dinding pipa tidak dapat melebihi suhu 45°C, didapatkan tebal minimum yang harus terpasang pada jalur pipa. Batasan penelitian ini, dalam perhitugan perpindahan panas memiliki beberapa asumsi/batasan untuk menyederhanakan perhitungan. Batasan- batasan tersebut yaitu 1. Fluida didalam pipa dianggap dalam keadaan fasa uap dan steady-state 2. Fluida dianggap air murni sehingga sifat-sifat termodinamikanya sama dengan sifat-sifat air. 3. Tidak ada radiasi panas 4. Pipa terpasang secara horizontal dan tidak ada pemuaian. II. TEORI DASAR Model Perpindahan Panas Perpindahan panas yang terjadi didalam pipa akibat perbedaan temperatur yang ada pada fluida panas bumi dengan lingkungan yang adalah perpindahan panas secara konduksi dan perpindahan panas secara konveksi. Konduksi didefinisikan sebagai metode transfer panas akibat adanya kontak langsung kedua benda. Laju perpindahan panas bergantung dari besarnya resistansi panas atau konduktivitas panas dari suatu objek. Resistansi termal atau konduktivitas merupakan ukuran kemampuan suatu objek untuk memperlambat perpindahan panas melalui konduksi melalui ketebalan tertentu dari substansi. (Kreith, 2011) Hukum Fourier menjelaskan konduksi dalam bentuk persamaan :(Cengel, 2015)