312 | Konferensi Nasional Bahasa dan Sastra (Konnas Basastra) V MENGINTEGRASIKAN BUDAYA MELALUI MATERI DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS Vinsca Sabrina Claudia Universitas Sebelas Maret Surel: vinscaclaudia@gmail.com Abstract: The research aims to explain and describe (1) the form of cultural studies of Indonesian Language textbooks X-grade in Senior High Schools; (2) contents of cultural studies of Indonesian Language textbooks X- grade in Senior High Schools; (3) the relevance of culture as a medium for teaching and learning materials of Indonesian Language textbooks in Senior High School. The method use in this research is descriptive qualitative. The result of the research indicates the result of the research cultural studies of textbooks Indonesian based on the type of text includes cultural studies in the genre of literary and non-literary text. While cultural studies based on their contents, there is a diversity of local cultures in Indonesia. Next, the relevance of cultural studies in Indonesian textbooks includes text book that can develop students character in accordance with national culture and can provide students with the talent and potential needs of students. The results this study also show that the study of local culture can be used as teaching materials for of textbooks Indonesian Language in Senior High School. Keywords: local culture, textbook, student characters Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk kajian budaya dalam buku teks bahasa Indonesia kelas X Sekolah Menengah Atas; (2) isi kajian budaya dalam buku teks bahasa Indonesia kelas X Sekolah Menengah Atas; (3) relevansi kebudayaan sebagai media bahan ajar pembelajaran dalam buku teks di Sekolah Menengah Atas. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa, bentuk kajian budaya dalam buku teks bahasa Indonesia berdasarkan jenis teks meliputi kajian budaya dalam genre teks sastra dan teks nonsastra. Sedangkan kajian budaya berdasarkan isinya terdapat keragaman budaya lokal di Indonesia. Selanjutnya, relevansi kajian budaya dalam buku teks bahasa Indonesia meliputi teks dapat mengembangkan budi pekerti peserta didik sesuai kebudayaan bangsa serta dapat memberikan kebutuhan bakat dan potensi peserta didik. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kajian budaya lokal dapat dijadikan sebagai bahan ajar buku teks bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Atas. Kata Kunci: budaya lokal, buku teks, karakter siswa PENDAHULUAN Lingkungan pendidikan merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi kegiatan belajar peserta didik berada di luar maupun di dalam hingga mencakup dari segala aspek. Aspek-aspek tersebut terdapat aspek ekonomi, politik, sosial, seni, dan budaya. Dari kelima aspek itu dapat mempengaruhi dampak lingkungan pendidikan yang baik dan buruk. Dalam penelitian Sarwanto, dkk. (2014: 16) latar belakang budaya lingkungan peserta didik dapat mempengaruhi proses pembelajaran siswa di sekolah. Pada kajian permasalahan lingkungan pendidikan terdapat permasalahan budaya yang masih belum melekat kepada peserta didik untuk melestarikan budaya terutama lingkungan sendiri (budaya lokal). Hal ini menjadikan pudarnya peserta didik terhadap pendidikan karakter dan jati diri sehingga dapat menimbulkan gejala ketidakefektifan dalam melestarikan warisan budaya bangsa. Sesuai dengan tuntutan zaman, maka Tim Kurikulum Pendidikan berusaha untuk merevisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 di lingkungan pendidikan sekarang. Kurikulum ini berusaha menempatkan aspek budaya menjadi komponen penting untuk dikembangkan dalam pengajaran di Sekolah Menengah Atas. Dengan demikian, menjadi peluang bagi pengelola pendidikan untuk melakukan adaptasi, modifikasi, dan kontekstualisasi kurikulum sesuai dengan kenyataan kondisi di lingkungan sekolah. Diharapkan dapat melakukan inovasi brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by FKIP UNS Journal Systems