Copyright © the author(s) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, Vol. 8, No. 2, 2022 https://e-journal.my.id/onoma 654 Pemakaian Umpatan dalam Bahasa Luwu pada Mahasiswa IPMIL Raya Unhas: Kajian Sosiolingustik Asria Sadda 1 Muhlis Hadrawi 2 Muhammad Nur 3 123 Universitas Hasanuddin, Makassar 1 saddaa20f@student.unhas.ac.id 2 muhlisbugis@yahoo.com 3 nur110970@gmail.com Abstract This research was inspired by the phenomenon of curse words use in Tana Luwu which its region has special dialect or language variety. This research aimed to describe forms and functions of curse words used in the form language in Tana Luwu. The present research was sourced from students from Tana Luwu who join Student Association of Luwu in Hasanuddin University. This research used descriptive method with qualitative analysis. The research results showed that curse words used in the form of language in Tana Luwu refer to seven references, namely animal, body parts/condition of body parts, impurity, supernatural creatures, diseases, adjectives, and condition. Meanwhile, the functions of the term are classified into four things, namely as the expression of annoyance, anger and exasperation, as greeting to be intimate, as expression of condition suddenly occurring, or unexpectedly happening, and as a form of satire. Keywords: Curse, Curse Forms, Curse Functions, Tana Luwu, Luwu Language Pendahuluan Bahasa tidak pernah terlepas dari manusia dan menjadi salah satu sendi terpenting dalam kehidupan manusia. Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipergunakan oleh suatu individu atau masyarakat tertentu untuk berinteraksi maupun mengekspresikan diri. Dalam kehidupan sehari-hari dan dalam setiap kegiatan yang dilakukan manusia, bahasa menjadi sarana yang paling efektif untuk mengadakan hubungan dengan orang lain. Oleh sebab itu, bahasa menjadi milik manusia dan tidak terdapat suatu masyarakat yang hidup tanpa bahasa bahkan bahasa itu berperan dalam segala aspek kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang mempunyai akal pikiran memerlukan interaksi dalam melangsungkan kehidupannya. Adanya bahasa sebagai alat komunikasi, maka semua yang berada di sekitar mendapat tanggapan dalam pemikiran manusia. Disusun dan diungkapkan kembali kepada orang lain sebagai bahan komunikasi. Tanggapan tersebut dapat bersifat positif maupun bersifat negatif tergantung dari emosi apa yang