- 107 - Jurnal Manajemen Pendidikan Volume 09, No. 02, Juli 2021, halaman 107 - 113 https://journal.unpak.ac.id/index.php/jmp e-ISSN: 2614-3313 ; p-ISSN: 2302-0296 DOI : https://doi.org/10.33751/jmp.v9i2.4243 Penerbit: Sekolah Pascasarjana, Universitas Pakuan PENINGKATAN INOVASI GURU MELALUI PENGUATAN LITERASI INFORMASI DAN EFIKASI DIRI Ika Yanti Sholihah a*) , Soewarto Hardhienata b) , Eka Suhardi b) a) Guru SMAN 1 Citeureup, Bogor, Indonesia b) Universitas Pakuan, Bogor, Indonesia *) e-mail korespondensi: : ikayanti459@gmail.com riwayat artikel : diterima: 06 Mei 2021; direvisi: 16 Mei 2021; disetujui: 06 Juni 2021 Abstrak. Inovasi guru sebagai proses yang terkait dengan pengetahuan baru, baik metode, strategi dan layanan pembelajaran sangat penting terkait pencapaian pendidikan nasional.. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara dan strategi peningkatan inovasi guru melalui penguatan literasi informasi dan efikasi diri. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis korelasi dan analisis SITOREM. Penelitian dilaksanakan di 7 SMA Negeri se-rayon Cibinong Kabupaten Bogor. Popolasi penelitian berjumlah 178 guru, sampel penelitian 124 guru PNS. Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi informasi dan inovasi guru (ry 1 = 0,662), 2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara efikasi diri dan inovasi guru (ry 2 = 0,643), 3) terdapat hubungan positif antara literasi informasi dan efikasi diri secara bersama-sama dengan inovasi guru (ry 12 = 0,801). Upaya yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan inovasi guru yaitu 1). pemanfaatan informasi untuk menyelesaikan masalah, 2) pengenalan informasi yang dibutuhkan, 3) komitmen pada tujuan, 4) Menciptakan ide baru dalam pembelajaran, 5) mengoptimalkan layanan pembelajaran, 6) mengembangkan TIK, 7) memperbaiki/memperbaharui ide dalam pembelajaran. Kata kunci: Inovasi guru, Literasi informasi, Efikasi diri, korelasi, Sitorem INCREASING TEACHER INNOVATION THROUGH STRENGTHENING INFORMATION LITERACY AND SELF- EFFICIENCY Abstract. Teacher innovation is closely related with new knowledge, methods and strategies as well as learning service. Those aspects are very important to support the achievement of national education as well. This study aimed to find out that there was a relationship between teacher innovation increase with information literacy and self-efficacy strength. This research was conducted with a quantitative approach using correlation analysis and SITOREM analysis. The research was carried out in 7 public high schools around Cibinong, Bogor Regency. The population of the study was 178 civil servant teachers. The results of the study as the following conclusions: 1) there was a positive and significant relationship between information literacy and teacher innovation (ry1 = 0.662), 2) there was a positive and significant relationship between self-efficacy and teacher innovation (ry2 = 0.643), 3) there was a positive relationship between information literacy and self-efficacy together with teacher innovation (ry12 = 0.801). The efforts that need to be improved in order to increase teacher innovation are; 1). utilization of information to solve problems, 2) introduction of required information, 3) commitment to goals, 4) creating new ideas in learning, 5) optimizing learning services, 6) developing ICT, 7) improving/renewing ideas in learning. Keywords: Teacher innovation, Information literacy, Self-efficacy, Correlation, Sitorem I. PENDAHULUAN Sejak Indonesia merdeka, pembangunan sumber daya manusia (SDM), sudah menjadi tujuan yang ditetapkan oleh para pendiri bangsa. Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 disebutkan bahwa salah satu tujuan bangsa ini merdeka adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. SDM Indonesia yang cerdas dan berkualitas, akan menjadi kunci untuk meraih cita-cita besar 100 tahun kemerdekaan, yaitu Indonesia emas 2045. Untuk menciptakan SDM berkualitas, membangun ekosistem pendidikan yang baik dan bermutu menjadi kunci. Pendidikan bermutu akan menciptakan SDM yang berkualitas. Hal ini masih menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia, karena kualitas SDM di Indonesia terbilang kurang kompetitif. Hal tersebut berdasar data dari World Bank tahun 2020, Human Capital Index Indonesia berada di peringkat enam di kawasan Asia Tenggara. Poin Indeks Modal Manusia Indonesia adalah 0,54. Posisinya di bawah Singapura (0,88), Vietnam (0,69), Brunei Darussalam (0,63), Malaysia (0,61), dan Thailand (0,61). (The World Bank :2020). Agar kualitas SDM di Indonesia bisa meningkat dengan optimal, pendidikan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 2. ―Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.‖ Peranan guru sangat strategis baik sebagai manajer maupun pemimpin pembelajaran.