Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 6 No. 1 Januari 2022 p-ISSN 2548-8716 Halaman 31 - 34 e-ISSN 2599-2791 Pengaruh Merokok Terhadap Cardiorespiratory Fitness | Suci Amanati dkk 31 Pengaruh Merokok Terhadap Cardiorespiratory Fitness Effect Of Smoking On Cardiorespiratory Fitness Suci Amanati * , Akhmad Alfajri Amin, Dwi Nur Astuti Universitas Widya Husada Semarang, Prodi DIII Fisioterapi suciamanati02@gmail.com, fajri.physio@gmail.com, dwinurastuti91@gmail.com Diterima : 12 Maret 2021 . Disetujui : 4 November 2021. Dipublikasikan : 10 November 2021 ABSTRAK Sistem kardiorespiratori bertanggung jawab atas pembagian oksigen dan bahan makanan bagi otot yang sedang bekerja, serta menyingkirkan gas asam arang dan zat yang tidak berguna bagi otot yang tidak sedang aktif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik, yang terdiri dari 2 kelompok mahasiswa, yaitu (perokok aktif dan bukan perokok) dengan desain studi Cross Sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan merokok dengan Cardiorespiratory fitness, yang dapat dilihat lamanya menjadi perokok aktif dan banyak nya rokok yang dihisap dalam satu hari melalui wawancara menggunakan kuesioner yang dipadukan dengan tes kebugaran pada remaja. Tes yang digunakan pada remaja adalah Harvard StepTest, dimana responden akan diminta untuk naik-turun stool (tangga kecil) dengan tinggi kurang lebih 70 cm, yang dilakukan berulang ulang selama 5, 10 dan 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh merokok terhadap tingkat kebugaran responden yang disimpulkan dari uji pengaruh untuk hasil score Harvard step testdengan data signifikan menggunakan T testp-value 0,000 < 0,05 didapatkan hasil 0,307 yang menunjukkan bahwa ada ada pengaruh merokok terhadap tingkat kebugaran. Kata Kunci : Merokok, Cardiorespiratory fitness, Harvard Step Test ABSTRACT The cardiorespiratory system is responsible for distributing oxygen and nourishment to working muscles, as well as getting rid of carbonic acid gas and substances that are useless for muscles that are not active. The type of research used is analytical research, which consists of 2 groups of students, namely (active smokers and nonsmokers) with a Cross Sectional study design which aims to determine the relationship between smoking and Cardiorespiratory fitness, which can be seen from the length of time being an active smoker and the number of cigarettes used. sucked in one day through an interview using a questionnaire combined with a fitness test in adolescents. The test used on adolescents is the Harvard StepTest, where respondents will be asked to go up and down a stool (small stairs) with a height of approximately 70 cm, which is repeated for 5, 10 and 15 minutes. The result shows there are influence between smoking and endurance which is conclude from Harvard Step Test with T testp-value 0,000 < 0,05 get the result 0,307. Keywords: Smoking, Cardiorespiratory fitness, Harvard Step Test PENDAHULUAN Kebugaran kardiorespiratori termasuk kedalam komponen kebugaran fisik terkait kesehatan selain dari fleksibilitas, kekuatan dan ketahanan otot.Sistem kardiorespiratori bertanggung jawab atas pembagian oksigen dan bahan makanan bagi otot yang sedang bekerja, serta menyingkirkan gas asam arang dan zat yang tidak berguna bagi otot yang tidak sedang aktif.Daya tahan pada banyak kegiatan dibatasi oleh kapasitas sistem sirkulasi darah dan sistem respirasi dalam mengantarkan oksigen otot. Maka sangat penting untuk memberikan perhatian mendalam terhadap sistem kardiovaskular (Windiar,2014;Listyanto, 2015). Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi daya tahan kardiovaskuler, karena asap rokok yang dihirup akan masuk dalamparu- paru dan menghambat kinerja jantung. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya volume oksigen yang dihirup tubuh (Windiar, 2014; Prayoga,2013). Kandungan yang ada pada rokok sangat berbahaya untuk tubuh, seperti yang telah dicantumkan pada bungkus rokok itu sendiri, yaitu dapat menyebabkan gangguan hipertensi, penyumbatan pembuluh darah, dll.Dalam rokok terdapat nikotin yang apabila dibakar asapnya terkandung zat karbon monoksida (C0), sehingga hal tersebut dapat menyebabkan nikotin masuk ke tenggorokan, paru-paru dan selanjutnya bisa sampai kejantung.