34 JURNAL ILMU-ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA KUNINGAN - VOL. 04 NO. 02 JULI-DESEMBER 2015• PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DM TIPE2 DI IRNA NON BEDAH PENYAKIT DALAM RSUP DR.M. DJAMIL PADANG TAHUN 2014 Effect of Health Education On Dietary Obedience In Patients with DM Type 2 in Dr. M. Djamil Hospital, Padang 2014 Hendra Harwadi 1 , Kusman Ibrahim 2 , Helmi Hayaty 3 1 Universitas Padjajaran ABSTRACT Diabetes Mellitus is a degenerative disease that has become a health problem in the world. The prevalence of this disease is increasing in developing countries, including Indonesia. Uncontrolled blood sugar and further complications may be influenced by the patient's behavior and lifestyle. Disobedience in implementing the diet is one of the problems for Diabetic patients. One of the nursing interventions that can be used to overcome the disobedience of the diet is to provide health education on dietary management. The purpose of this study was to determine the effect of health education on dietary obedience in patients with Diabetes Mellitus in Irna Non Bedah Penyakit Dalam, Dr. M. Djamil Hospital. The type of research is a Quasi-Experimental by using One Group Pre-Post Test Design, 15 people as samples were taken by Purposive Sampling Method. Data collection was conducted on 01 February 2014 to 05th March 2014. The statistical test used is Wilcoxon signed rank test. The results show that there is an increased obedience of patients in implementing Diabetic diet (the right amount, the right type, and the right schedule) after a given health education (p = 0.002). As a conclusion, giving the health education about the implementation of the diet can improve dietary obedience in patients with Diabetes Mellitus who are undergoing treatment. It is expected that the implementation of health education can be done intensively in health services in Dr. M. Djamil Hospital as anticipation of further complications due to disobedience in implementing the diet. Keywords: health education, dietary compliance, diabetes mellitus PENDAHULUAN Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia dengan gejala sangat bervariasi, seringkali gejala tidak dirasakan atau tidak disadari oleh penderita, seperti poli uria (banyak berkemih), polipagi (banyak makan), polidipsi (banyak minum), kesemutan dan berat badan menurun 1 . Diabetes Melitus dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan rangkaian gangguan metabolik yang menyebabkan kelainan patologis makrovaskular seperti infark miocard, stroke serta penyakit vaskuler ferifer dan juga kelainan mikrovaskular (penyakit ginjal dan mata). Prevalensi penderita Diabetes Melitus dari tahun ketahun cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Badan Federasi Diabetes Internasional (IDF) 2 , jumlah penderita Diabetes Militus di dunia tahun 2011 sebanyak 346 juta orang, dan diperkirakan akan mengalami peningkatan tahun 2030 menjadi 552 juta orang. Data dari Perkumpulan Endokrin Indonesia 3 , Indonesia akan mengalami kenaikan jumlah penyandang DM dari 7,0 juta orang menjadi 12,0 juta orang pada tahun 2030. Prevalensi DM tipe 2 di Indonesia mencapai hampir 80% 4 . Menurut World Health Organization (WHO) 5 , Jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia akan meningkat menjadi 21,3 juta orang pada tahun 2030, dan berada pada posisi keempat setelah Amerika Serikat, Cina dan India 6 . Hasil penelitian Departemen Kesehatan yang dipublikasikan pada tahun 2008 menunjukkan angka prefalensi DM di Indonesia sebesar 5,7 % yang berarti lebih dari 12 juta penduduk Indonesia saat ini menderita DM. JURNAL ILMU-ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA KUNINGAN - VOL. 04 NO. 02 JULI-DESEMBER 2015 35