Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, Vol. 17, No. 1,Januari -April 2018 DOI: https://doi.org/10.24843/MITE.2018.v17i01.P05 33 Bagus Widyananda Yoga: Studi Pengaruh Rekonfigurasi Loop Scheme... p-ISSN:1693 – 2951; e-ISSN: 2503-2372 Studi Pengaruh Rekonfigurasi Loop Scheme Terhadap Keandalan Penyulang Blakiuh dan Penyulang Panglan Bagus Widyananda Yoga 1 , I Gede Dyana Arjana 2 , A.A Gede Maharta Pemayun 3 Abstract— In Blahkiuh village the length of feeder was 78.68 km sircuit and the length of Panglan feeder was 50.84 km sircuit, they had substandard reliability. It is necessary to reconfiguration the feeder by using loop scheme system. In this study the writer performed the analysis by calculating SAIFI and SAIDI and the missing kWh before and after reconfiguration with loop scheme system. The result of Blahkiuh feeder analiysis before reconfiguration obtained 16,534 of SAIFI blackout/year and 35,893 of SAIDI hours/year. The loss kWh energy not served was 227.640,84 kWh equivalent to Rp 318.718.182,6. Whereas in pre- reconfiguration Panglan feeder obtained SAIFI 23.59 blackout/year and SAIDI 87,39 hours/year. Losses kWh is happened in energy not served was 238.037,009 kWh equivalent to Rp 364.679.835,7. The result of the analysis after reconfiguration by the loop scheme system by adding recloser at the meeting point on both were obtained 2,089 of SAIFI blackout/year in Blahkiuh feeder and 4.27 hours/year of SAIDI, the result of energy not served was 13.369.314 kWh equivalent to Rp 20.481.733,86. In Panglan feeder obtained SAIFI 1.218 blackout/year and SAIDI 1.242 hours/year, it means the energy not served was 3.880.571 kWh equivalent to Rp 5.945.033,22. Intisari— Panjang penyulang Blahkiuh mencapai 78.65 kilo meter sirkuit dan panjang penyulang Panglan 50.84 kilo meter sirkuit memiliki keandalan yang di bawah standar. Maka perlu dilakukan rekonfigurasi penyulang dengan sistem loop scheme, pada penelitian ini dilakukan analisis dengan menghitung SAIFI dan SAIDI serta kWh yang hilang sebelum rekonfigurasi dan sesudah rekonfigurasi loop scheme. Hasil analisis penyulang Blahkiuh sebelum rekonfigurasi didapatkan SAIFI 16,534 pemadaman/tahun dan SAIDI 35,894 jam/tahun, kerugian kehilangan kWh energy not served 227.640,84 kWh setara dengan Rp 318.718.182,6. Sedangkan pada penyulang Panglan sebelum rekonfigurasi diperoleh SAIFI 23,59 pemadaman/tahun dan SAIDI 87,39 jam/tahun, kerugian kehilangan kWh yang dialami hasil energy not served 238.037,099 kWh setara dengan Rp 364.672.835,7. Hasil analisis sesudah rekonfigurasi loop scheme dengan menambahkan recloser pada titik pertemuan kedua penyulang didapatkan SAIFI penyulang Blahkiuh 2,089 pemadaman/tahun dan SAIDI 4,27 jam/tahun, hasil energy not served 13.369,314 kWh setara dengan Rp 20.481.733,86. Untuk penyulang Panglan didapat hasil SAIFI 1,218 pemadaman/tahun dan SAIDI 1,242 jam/tahun, hasil energy not served 3.880,571 kWh setara dengan Rp 5.945.033,22. Kata Kunci : Loop scheme, SAIFI/SAIDI, Energy not served I. PENDAHULUAN Sistem distribusi tenaga listrik yang andal dengan kualitas yang baik sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Pada Penyulang Blahkiuh dan penyulang Panglan sebelum rekonfigurasi loop scheme beroperasi secara radial. Sistem jaringan distribusi primer tipe radial ini nemiliki jumlah sumber dan penyulang hanya satu buah. Bila terjadi gangguan pada salah satunya maka semua beban yang dilayani akan padam, oleh karena itu tipe radial ini keandalannya sangat rendah [1] [2] [3] [4]. Gangguan berakibat fatal, terjadi pada penyulang Blahkiuh yang mengakibatkan pemadaman total lebih dari lima menit dalam satu tahun sebanyak 21 kali. Sedangkan pada penyulang Panglan mengalami gangguan dalam setahun sebanyak 25 kali, jenis gangguan yang sering terjadi akibat buruknya cuaca alam dan kelalaian pada manusia [5]. Keandalan adalah suatu keamanan sistem untuk menghindari gangguan-gangguan yang menyebabkan sebagian besar pemadaman sistem distribusi [6] [7]. Untuk Meningkatkan keandalan dan pendistribusian tenaga listrik pada penyulang perlu memperluas sistem loop scheme terhadap jaringan. Dengan sistem loop scheme ini pemulihan catu daya setelah ganguan/trip dapat cepat teratasi, sistem loop scheme ini terdiri dari recloser feeder dipasang pada masing-masing penyulang dan recloser tie dipasang pada titik pertemuan kedua penyulang. Loop Scheme adalah automatisasi sistem back-up power dengan cara pemutus beban pada lokasi yang berbeda [8]. Berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan sesudah rekonfigurasi dapat memperkecil daerah pemadaman yang terjadi, pada penyulang Blahkiuh gangguan yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun sebanyak 11 kali sedangkan pada penyulang Panglan terjadi gangguan sebanyak 6 kali dalam satu tahun. Dari data-data gangguan yang terjadi sesudah rekonfigurasi banyak diakibatkan oleh kelalaian pada manusia [5]. Menurunnya jumlah pemadaman, akan berakibat pada meningkat nya keandalan penyulang Blahkiuh dan penyulang Panglan. Berdasarkan penelitian ini pengaruh rekonfigurasi loop scheme terhadap keandalan penyulang blakiuh dan penyulang panglan agar dapat menekan angka gangguan yang terjadi maka terlebih dahulu dilakukan perhitungan SAIDI/SAIFI sebelum dan sesudah rekonfigurasi pada penyulang Blahkiuh dan penyulang panglan selanjutnya menentukan nilai rekonfigurasi loop scheme terhadap besarnya nilai energy not served (kWh tidak terjual ). II. TINJAUAN PUSTAKA A. Keandalan Keandalan adalah menggambarkan suatu keamanan sistem untuk menghindari gangguan-gangguan yang menyebabkan 1 Mahasiswa, Program Studi Teknik Elektro dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Udayana Jln. Kampus Bukit Jimbaran 80361 INDONESIA (tlp: 0361-703315; fax: 0361- 4321;yoga_bagus26@yahoo.com) 2, 3 Dosen,Program Studi Teknik Elektro dan Komputer Fakultas Teknik Universitas Udayana, Jln. Jalan Kampus Bukit Jimbaran 80361 INDONESIA (telp: 0361-703315; fax: 0361- 4321; e-mail: dyanaarjana@ee.unud.ac.id Maharta@unud.ac.id)