Jurnal Lingua Applicata Volume 2 Nomor 1 September 2018 Hal.77 Pembentukan Kalimat Pasif Bahasa Jepang: Studi Kasus Pembelajaran Kalimat Pasif Bahasa Jepang Pada Pembelajar Indonesia Rani Arfianty 1 , Adriana Hasibuan 2 Faculty of Cultural Sciences, Universitas Sumatera Utara Rani.arfianty@usu.ac.id Faculty of Cultural Sciences, Universitas Sumatera Utara adrianahasibuanoo@gmail.com Abstract This Study Aims To Analyze The Errors In The Construction Of Japanese Passive Sentence. This Research Involves Indonesian Japanese Language Students 4 th Semester. The Research In 200 Words. Quantitative And Qualitative Methods Are Used Based On The Error Establishment Definition Of Japanese Passive Sentence, Ichikawa (2005). The Research Result Shows The Students Make Mistake In Changing The Japanese Passive Verb Form By 53%, The Error In Practice Selection As Much As 24% The Error In The Subject Structuring And Object Complement 18% And Error In Sentence Formation If Yari-Morai (Giving-Taking) As Much As 5%. The Error In Changing The Japanese Passive Verb Form Is Caused By A Lack Of Practice And Understanding Of Japanese Passive Forms. Error In Particle Selection Is Caused By Negative Transfer Factor. The Lack Of Students 'Understanding Of The Formation Of Japanese Passive Sentences Causes Learners Tend To Arrange Subjects And Principals' Objects In Japanese Passive Sentences Following The Indonesian Passive Sentence Arrangement Rules. The Results Of This Study Can Provide An Overview For Japanese Language Teachers, Especially The Acquisition Of Learning Japanese Sentence Passive Among Indonesian Students To Be Able To Make A Variety Of Creative Teaching. Keywords: Japanese Passive Sentence, Error Establishment, Indonesia Japanese Learner, Selection Error. Intisari Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Kesalahan Dalam Membentuk Kalimat Pasif Bahasa Jepang. Penelitian Ini Melibatkan Pembelajar Bahasa Jepang Indonesia Semester IV di USU. Sampel Penelitian Ini Adalah Karangan Berupa Kalimat Pasif Berbahasa Indonesia Dalam 200 Perkataan. Metode Kuantitatif Dan Kualitatif Digunakan Berdasarkan Defenisi Kesalahan Pembentukan Kalimat Pasif Bahasa Jepang Ichikawa (2005). Hasil Analisis Penelitian Menunjukkan Pembelajar Melakukan Kesalahan Dalam Mengubah Bentuk Verba Pasif Bahasa Jepang Sebanyak 53%, Kesalahan Dalam Pemilihan Partikel Sebanyak 24%, Kesalahan Dalam Penyusunan Subjek Dan Objek Pelaku Sebanyak 18% Kesalahan Dan Kesalahan Dalam Membentuk Kalimat Yari-Morai (Memberi- Menerima) Sebanyak 5%. Kesalahan Di Dalam Mengubah Bentuk Verba Pasif Bahasa Jepang Disebabkan Oleh Kurangnya Latihan Dan Kurangnya Pemahaman Pembelajar Mengenai Bentuk Pasif Bahasa Jepang. Kesalahan Dalam Pemilihan Partikel Disebabkan Oleh Faktor Negatif Transfer. Kurangnya Pemahaman Pembelajar Terhadap Pembentukan Kalimat Pasif Bahasa Jepang Menyebabkan Pembelajar Cenderung Untuk Menyusun Subjek Dan Objek Pelaku Dalam Kalimat Pasif Bahasa Jepang Memenuhi Aturan Penyusunan Kalimat Pasif Bahasa Indonesia. Hasil Penelitian Ini Dapat Memberikan Gambaran Bagi Pengajar Bahasa Jepang Khususnya Mengenai Pemerolehan Pembelajaran Kalimat Pasif Bahasa Jepang Di Kalangan Pembelajar Indonesia Hingga Dapat Membuat Variasi Pengajaran Yang Lebih Kreatif Lagi. Kata Kunci: Kalimat Pasif Bahasa Jepang, Kesalahan Pembentukan, Pembelajar Bahasa Jepang, Kesalahan Pemilihan