JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1(Sept. 2012) ISSN: 2301-9271 G-276 Abstrak Salah satu cara yang efektif untuk mengurangi NO X adalah dengan menggunakan metode Exhaust Gas Recirculation (EGR). Dengan metode EGR, oksigen yang masuk ke ruang bakar akan berkurang sehingga NO X dapat diturunkan dengan signifikan, akan tetapi power dari mesin tersebut juga akan berkurang dan Particulate Matter (PM) akan naik secara signifikan. Dalam penelitian ini dibahas penggunaan EGR yang telah di optimalkan dengan penambahan venturi scrubber dan cyclonic separator, tujuannya mengurangi NO X tanpa meningkatkan PM. Hasil pengujian menunjukkan NO X turun sebesar 48.89% dan PM turun dari 69,87% menjadi 9.87%. Kata Kunci Cyclonic Separator , exhaust gas recirculation (EGR), NOx, Particulate Matter (PM), Venturi Scrubber I. PENDAHULUAN ELAIN memproduksi energi dari proses pembakaran, motor diesel memproduksi gas emisi yang diantaranya adalah NO X , SOx, Particullat Matter (PM), Carbon monoxida (CO), dan Hidrocarbon (HC) yang sangat berbahaya bagi lingkungan [1]. NO X merupakan salah satu komponen pencemar di udara. Sumber NO X banyak dihasilkan dari proses reaksi kimia, pembakaran, industri dan gas emisi kendaraan bermotor. NO X tersusun dari nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO 2 ), dimana dapat menyebabkan terjadinya hujan asam. Pengaruh dalam pembentukan NO X adalah suhu dan konsentrasi oksigen. Semakin tinggi suhu dan waktu yang semakin lama dalam silinder, semakin besar jumlah NOx termal yang akan dihasilkan [2]. Pada permasalahan dibidang marine, salah satunya dengan ditetapkannya Marine Pollution oleh International Marine Organisation (IMO) dan telah diberlakukan sejak 19 Mei 2005 [3]. Penetapan ini, salah satunya dikarenakan adanya kapal- kapal dengan kelas diesel engine lebih dari 130 Kw yang berlayar sejauh 200 mill laut dari pantai menyebabkan permasalahan polusi yang sangat serius. Salah satu alat untuk mengendalikan NO X pada diesel adalah Exhaust Gas Recirculation (EGR) yaitu sistem reduksi NO X yang paling sederhana bila dibandingkan dengan sistem reduksi NO X yang lain. EGR mensirkulasikan sebagian dari gas buang kembali ke dalam silinder. Pencampuran udara dengan gas buang menjadi inert gas, menurunkan temperatur pembakaran dan mengurangi reaksi oksigen. Namun, emisi asap meningkat karena proses oksidasi jelaga dan begitu juga untuk emisi HC dan CO [4]. EGR bisa mengurangi efisiensi energi dan daya tahan mekanis dari mesin. Demikian Ketidakstabilan tersebut sebagian besar terkait dengan penundaan pengapian berkepanjangan dan pembakaran tidak sempurna, yang disebabkan oleh CO 2 yang meningkat [5]. Selain itu, penggunaan EGR yang berlebihan juga menyebabkan ketidakstabilan mesin. Efisiensi mesin akan keperluan dan daya tahan berkurang [6]. Namun, ketidakstabilan tersebut dapat dikurangi dengan memodifikasi aliran EGR termal dan / atau kimia, yaitu melalui perawatan EGR [7]. EGR dapat dioptimalkan dengan penambahan venture scrubber dan cyclonic separator. Disain system tersebut diharapkan dapat menurunkan NO X tanpa mengalami kenaikan PM. Perkembangan mengenai variasi dari EGR, yaitu Metode dengan EGR bertingkat pada silinder tunggal dengan 2 katub hisap dan 2 katub buang [8]. Dengan memvariasikan katub hisap dengan menggunakan helical sedangkan katup hisap yang lain menggunakan tangensial. Dengan variasi sebagai berikut : 1. Di bagian helical dan tangensial berisi udara campuran antara udara bersih dengan udara dari EGR. 2. Di bagian helical berisi udara bersih sedangkan di bagian tangensial berisi campuran udara dari EGR dan udara bersih. 3. Di bagian helical berisi udara campuran antara udara dari EGR dan udara bersih bersih sedangkan di bagian tangensial berisi udara bersih. 4. Di bagian helical berisi udara campuran antara udara dari EGR dan udara bersih bersih sedangkan di bagian tangensial berisi udara bersih. Tetapi di bagian helical diberi SCV (Southern California Valve) Hasil eksperimen dari EGR bertingkat yaitu dengan variasi nomer 4 dihasilkan penurunan PM sebesar 23% dan penurunan NO X sebesar 7 % bila dibandingkan dengan variasi nomer 1. Akan tetapi EGR bertingkat kurang efektif di bawah beban yang lebih tinggi, EGR lebih rendah dan dalam kondisi injeksi tekanan lebih tinggi EGR dengan pendingin juga lebih efektif untuk mengurangi NO X daripada tanpa pendingin [6]. EGR dengan pendinginan meningkatkan densitas dan laju aliran massa muatan yang sama pentingnya dengan dorongan antar-pendinginan. Pendinginan Studi Experimental Penggunaan Venturi Scrubber dan Cyclonic Separator Untuk Meningkatkan Kinerja pada Sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR) dalam Menurunkan NO X pada Motor Diesel Samsu Dlukha N, I Made Ariana , dan Aguk Z. M.Fathallah Jurusan Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 E-mail: ariana@its.ac.id S brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)