Pengaruh Limah Pecahan Genteng Sebagai Pengganti Agregat Kasar Pada Campuran Mutu Beton 16,9 MPa (K.200) (Asri Mulyadi 1) , Fachrul Rozi 2 ) 4 1. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam perkembangan dunia yang semakin maju dan serbah canggih, teknologi beton mempunyai potensi yang luas dalam bidang konstruksi. Hal ini menyebabkan beton banyak digunakan untuk konstruksi bangunan gedung, jalan, jembatan dermaga dan lain-lain. Banyaknya jumlah penggunaan beton dalam konstruksi tersebut mengakibatkan peningkatan kebutuhan material beton, sehingga memicu Untuk itu, diperlukan suatu kajian perubahan tinggi muka air di saluran dengan pendekatan kualitatif deskriptif penambangan batuan sebagai salah satu bahan pembentuk beton secara besar-besaran yang menyebabkan turunnya jumlah sumber alam yang tersedia untuk keperluan pembetonan [1]. Memakai material bahan limbah pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar dalam campuran beton di Indonesia masih belum banyak dilakukan, tetapi sudah mulai digunakan antara lain untuk pengurukan, lapisan pondasi jalan dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena bahan baku agregat kasar PENGARUH LIMBAH PECAHAN GENTENG SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN MUTU BETON 16,9 MPa (K.200) Asri Mulyadi 1) , Fachrul Rozi 2) Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Palembang e-mail : asri_anang@yahoo.co.id ABSTRAK Memakai material bahan limbah pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar pada campuran beton di Indonesia masih belum banyak dilakukan, tetapi sudah mulai digunakan antara lain untuk pengurukan, lapisan pondasi jalan dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena bahan baku agregat kasar mudah didapat. Namun cepat atau lambat material akan semakin habis sehingga menyebabkan material dari tahun ketahun akan semakin mahal. Melihat dari uraian di atas maka disini perlu untuk melakukan pemanfaatan material limbah pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar. Pada penelitian ini beda uji dicetak dengan menggunakan kubus baja ukuran 15cm x 15cm x 15cm, masing-masing umur perendaman yaitu 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari dengan pengujian kuat tekan beton. Pada campuran mutu beton 16,9 MPa (K.200) tersebut dibuat berfariasi yaitu dengan menggunakan material limbah pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar 0%, 10%, 25% dan 50%. Dari hasil evaluasi uji kuat tekan yaitu pada beton tanpa menggunakan material pengganti agregat kasar atau beton normal pada umur beton 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 157,93 kg/cm 2 , pada material limbah pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar 10% umur beton 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 173,73 kg/cm 2 , pada material limbah pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar 25% umur beton 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 141,12 kg/cm 2 dan material limbah pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar 50% umur beton 28 hari didapat kuat tekan beton sebesar 133,81 kg/cm 2 . Kata Kunci : Kuat Tekan Beton, Agregat, Limbah Pecahan Genteng.