Boyke, Analisa Pengendalian Mutu dan Kualitas 17 Analisa Pengendalian Mutu dan Kualitas Produk Coca-Cola Dengan Metode Six Sigma Pada PT. Coca-Cola Bootling Indonesia Analysis of Quality Control and Quality of Coca-Cola Products Using Six Sigma Methods In PT. Coca Cola Bottling Indonesia Boyke Wijaya Sihotang 1 , Nita Marikena 2 1,2 Program Studi Teknik Industri ,Fakultas Teknik, Universitas Potensi Utama Jl.K.L. Yos Sudarso KM 6.5 Tanjung Mulia- Medan E-mail : sihotangb100@gmail.com 1 , nitamarikena@yahoo.com 2 ABSTRAK PT. Coca Cola Bottling Indonesia dihadapkan pada permasalahan yaitu sering terjadinya keluhan pelanggan terhadap kualitas produk yang tidak sesuai permintaan khususnya pada produk coca cola dikarenakan sistem pengendalian kualitas belum efektif. Penelitian ini difokuskan pada jenis produk coca cola dengan jumlah defect terbesar dibandingkan dengan produk lainnya yaitu sebesar 3,49. Produk-produk coca cola dengan spesifikasi diluar standart kualitas yang ditetapkan oleh PT. Coca Cola Bottling Indonesia dan dikategorikan jenis kecacatannya yaitu Filling Height, Out of spec dan No Crown Reject. Dengan adanya masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan metode Six Sigma DMAIC. Tujuan untuk mengetahui jumlah keadaan produk cacat dan nilai Sigma, untuk mengindetifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh pada kecacatan produksi coca cola, menganalisa tindak perbaikan yang tepat untuk mengurangi produk cacat (defect) dengan metode Six Sigma DMAIC di PT. Coca Cola Bottling Indonesia. Tahap- tahap penelitian ini terdiri dari data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan secara langsung kepada proses produksi dilapangan. Data mengenai produk cacat dan sekunder langsung dari arsip perusahaan. Berdasarkan hasil perhitungan pengolahan data dan analisa maka diperoleh total kecacatan produk coca cola yaitu Filling Height (45.984), Out of spec (8.855), dan No Crown Reject (7.381). Nilai DPMO proses sebesar 23.282,4427 dengan level 2 yang menunjukkan nilai rata-rata tingkat industri Indonesia. Faktor-faktor yang menyebabkan kecacatan produk adalah faktor mesin, manusia, metode, lingkungan, usulan tindakan perbaikan yang dapat dilakukan pada kualitas produk coca cola dengan melakukan perbaikan terhadap semua sumber produk cacat. Usulan perbaikan mempengaruhi hasil tersebut adalah tidak ada penumpukan barang, mengatur ulang tata letak peralatan kerja yang teratur , membuat tanda-tanda peringatan. Setelah dilakukan pada penelitian dalam usulan dilaksanakan sesuai dengan standarisasi. Perubahan angka pada penelitian ini menunjukkan tahapan Six Sigma DMAIC mampu memberikan usulan yang lebih baik dalam perbaikan kualitas produk coca cola. Kata Kunci : Pengendalian Mutu, Kualitas Produk, Six Sigma DMAIC. ABSTRACT PT. Coca Cola Bottling Indonesia is faced with a problem, namely the frequent occurrence of customer complaints about product quality that is not according to demand, especially in coca cola products because the quality control system is not yet effective. This study focused on the type of coca cola product with the largest number of defects compared to other products, namely 3.49. Coca cola products with specifications outside the quality standards set by PT. Coca Cola Bottling Indonesia and the types of disabilities are categorized, namely Filling Height, Out of spec and No Crown Reject. Given these problems, a study using the Six Sigma DMAIC method was conducted. The aim is to determine the number of defective product states and Sigma values, to identify the most influencing factors for the defect in the production of coca cola, to analyze the appropriate corrective actions to reduce defective products using the Six Sigma DMAIC method at PT. Coca