https://ejournal.forda-mof.org/ejournal-litbang/index.php/GLM Diterima: 19-07-2021 Disetujui: 04-08-2021 p-ISSN 2723-4924 e-ISSN 2723-5084 Artikel DOI: 10.20886/GLM.2021.2.1.29-40 MODEL ALOMETRIK PENDUGA BIOMASSA DAN KARBON SEMAI DI HUTAN MANGROVE PANGARENGAN, CIREBON, JAWA BARAT Allometric model to estimate biomass and carbon of seedling in Pangarengan mangrove forest, Cirebon, West Java Budi Mulyana 1* , Ris Hadi Purwanto 1 , Puspita Intan Sari 1 , Afni Atika Marpaung 2 , Muhamad Faqih Hidayatullah 3 , Ilham Satria Raditya Putra 4 , Agik Dwika Putra 4 , Rina Reorita 5 1 Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Jl. Agro No. 1 Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta 2 Progam Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Teknika Selatan, Sleman, Yogyakarta 3 Progam Studi Magister Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Jl. Sekip Utara, Sleman, Yogyakarta 4 PT. Cirebon Electric Power, Jl. Raya Cirebon-Tegal Km 8,5, Cirebon, Jawa Barat 5 Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno No. 61 Karangwangkal, Purwokerto, Jawa Tengah Email: budimulyana@ugm.ac.id ABSTRAK Ekosistem mangrove di Desa Pangarengan, Kabupaten Cirebon memberikan manfaat jasa lingkungan, diantaranya sebagai penjerap dan penyimpan karbon. Umumnya, pendugaan simpanan karbon hutan mangrove menggunakan persamaan alometrik. Namun demikian, persamaan alometrik yang tersedia saat ini masih disusun dari tahapan pertumbuhan pancang, tiang, dan pohon. Tujuan penelitian ini adalah menyusun model alometrik untuk semai di hutan mangrove. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2021 di hutan mangrove Desa Pangarengan, Kabupaten Cirebon. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kaliper, pita ukur, timbangan digital, dan gunting tanaman. Bahan penelitian berupa semai mangrove jenis Rhizophora mucronata, Avicennia marina, dan Sonneratia caseolaris sebanyak 25 sampel. Model alometrik terbaik dalam menduga biomassa berat kering dengan prediktor diameter pangkal adalah Y = 35,013 Dp 1,860 (R 2 adj = 0,873; SEE = 0,472) dengan menggunakan prediktor diameter ujung adalah Y = 249,573 Du 2,276 (R 2 adj = 0,524; SEE = 0,710), sedangkan alometrik penduga kandungan karbon semai adalah Y = 5,835 Dp 1,804 (R 2 adj = 0,831; SEE = 0,528) dan Y = 35,750 Du 2,107 (R 2 adj = 0,607; SEE = 0,805). Model alometrik power dengan prediktor diameter pangkal cukup baik dalam menduga biomassa berat kering dan kandungan karbon semai di hutan mangrove Desa Pangarengan. Kata kunci: akuntansi karbon, mitigasi, iklim, regresi ABSTRACT The mangrove ecosystem in Pangarengan Village, Cirebon District, provides benefits for environmental services, including as carbon sinks and stores. In estimating the carbon storage of mangrove forests, in general, allometric equations are used. Unfortunately, the allometric equations currently available are still composed of the stages of growth of saplings, poles, and trees. Thus, the purpose of this study was to develop an allometric model for seedlings in mangrove forests. The research was conducted in June 2021 in the mangrove forest of Pangarengan Village, Cirebon District. The equipment that used in the study were calipers, measuring tape, digital scales, and crop shears. Research materials were 25 mangrove seedlings of Rhizophora mucronata, Avicennia marina, and Sonneratia caseolaris. The best allometric model in estimating dried weight biomass with base diameter predictor is Y = 35,013 Dp 1,860