Jurnal SISTEMASI, Volume 4, Nomor 1, Januari 2015 : 14 24 ISSN:2302-8149 Loneli, Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Wisma Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto (Studi Kasus: Wisma Wilayah Tembilahan-Indragiri Hilir) 14 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN WISMA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY TSUKAMOTO (STUDI KASUS: WISMA WILAYAH TEMBILAHAN- INDRAGIRI HILIR) Loneli Costaner Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer Universitas Islam Inderagiri (UNISI) Jl.Propinsi, Parit 1, Tembilahan Hulu, Tembilahan Riau lolyfrem@gmail.com ABSTRAK Kualitas Wisma pada setiap daerah merupakan suatu permasalahan yang sangat penting. Dengan adanya wisma-wisma yang berkualitas daerah inhil akan menunjukan kualitas daerahnya melalui penginapan khususnya wisma. Proses pemilihan wisma terbaik tersebut bukan merupakan hal yang mudah, selama ini di daerah Inhil, pemilihannya dilakukan dengan cara memilih salah satu wisma yang di rekomendasikan oleh wisma itu sendiri, cara pemilihan tersebut tentu memiliki banyak kekurangan terutama dari segi objektifitas serta belum adanya kriteria yang terukur yang digunakan untuk menentukan wisma mana yang akan menjadi wisma terbaik. Berdasarkan hal tersebut diatas Logika fuzzy dapat digunakan untuk memodelkan suatu permasalahan yang matematis, dimana konsep matematis yang mendasari penalaran fuzzy sangat sederhana dan mudah dimengerti. Logika fuzzy merupakan generalisasi dari logika klasik (Crisp Set) yang hanya memiliki dua nilai keanggotaan yaitu 0 dan 1. Kata kunci: Wisma, Logika, Fuzzy 1. PENDAHULUAN Kualitas Wisma pada setiap daerah merupakan suatu permasalahan yang sangat penting. Dengan adanya wisma-wisma yang berkualitas daerah inhil akan menunjukan kualitas daerahnya melalui penginapan khususnya wisma. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang menjurus pada pemilihan wisma terbaik. Bagi pimpinan maupun pemilik dari wisma yang berada di Inhil. Pemilihan wisma terbaik ini dilakukan secara periodik dengan tujuan agar wisma selalu mengutamakan pelayanan yang sangat memuaskan, baik itu karyawan, fasilitas, dan sarana pendukung yang ada di wisma tersebut. Proses pemilihan wisma terbaik tersebut bukan merupakan hal yang mudah, selama ini di daerah Inhil, pemilihannya dilakukan dengan cara memilih salah satu wisma yang di rekomendasikan oleh wisma itu sendiri, cara pemilihan tersebut tentu memiliki banyak kekurangan terutama dari segi objektifitas serta belum adanya kriteria yang terukur yang digunakan untuk menentukan wisma mana yang akan menjadi wisma terbaik. Banyak kriteria-kriteria sebagai penilaian yang digunakan dalam proses pemilihan, dimana kriteria-kriteria tersebut didasarkan pada persepsi seseorang. Kendala lain yang timbul dalam pemutusan pemilihan wisma terbaik adalah sering kali pimpinan sebagai pengambil keputusan masih mengandalkan intuisi (subjektif). Hal ini tentu saja menjadi sebuah kekurangan untuk menentukan tepat atau tidaknya wisma tersebut terpilih sebagai wisma terbaik. Logika fuzzy dengan penalaran Tsukamoto adalah salah satu metode yang dapat diterapkan untuk membangun suatu sistem sebagai penyelesaian masalah tersebut. Metode ini telah banyak diterapkan untuk berbagai keperluan dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Oleh karena itu perlu dirancang dan dibangun sebuah sistem yang dapat mengatasi permasalahan di atas, yaitu dengan menerapkan logika fuzzy menggunakan penalaran Tsukamoto pada sistem yang dapat memberikan solusi yang tepat dalam menentukan pemilihan wisma terbaik di Inhil. Bahwa logika benar dan salah dari logika boolean konvensional tidak dapat mengatasi masalah gradasi yang berada pada dunia nyata. Untuk mengatasi masalah gradasi yang tidak terhingga tersebut, Zadeh mengembangkan sebuah himpunan fuzzy. Tidak seperti logika boolean, logika fuzzy mempunyai nilai yang continue. Fuzzy dinyatakan dalam derajat dari suatu keanggotaan dan derajat