J. Sains Kes. 2020. Vol 2. No 4. p-ISSN: 2303-0267, e-ISSN: 2407-6082 558 Journal homepage: https://jsk.farmasi.unmul.ac.id Potensi Tanaman Sebagai Pencerah Wajah Alami Rina Mustika*, Siti Hindun, Nurul Auliasari Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Garut. *E-mail: rinamustika086@gmail.com Abstract Melanin is a pigment that gives human skin, hair and eye color. Excessive distribution of pigment malanin can cause skin problems such as hyperpigmentation. One of the principles of handling hyperpigmentation is to inhibit melanin synthesis which can be done by using a depigmentation agent (tyrosinase inhibitor) which has a mechanism of action to inhibit the tyrosinase enzyme. Inhibition of the tyrosinase enzyme can be done by measuring IC50 in a plant. IC50 is the concentration of an inhibitor needed to inhibit half of the enzyme activity. This review aims to compare the IC50 values of monophenolase activity and IC50 diphenolase activity in some plants that have tyrosinase inhibitory activity with invitro testing methods on L-tyrosine or L-DOPA substrates. The results of the study of several articles found that the plants that have the best potential to reward tyrosinase enzyme activity are sweet root extract (Glycyrrhiza glabra L.) with IC50 value 126.7548 μg / mL on the activity of diphenolase and extract of bark (Nauclea subdita) with IC50 value of 568.58 μg / mL on monofenolase activity. Keywords: Hyperpigmentation, Plants, Tyrosinase Inhibitors Abstrak Melanin adalah pigmen yang memberikan warna kulit, rambut, dan mata pada manusia. Distribusi pigmen malanin yang berlebih dapat menimbulkan masalah kulit seperti hiperpigmentasi. Salah satu prinsip penanganan hiperpigmentasi yaitu menghambat sintesis melanin yang dapat dilakukan dengan menggunakan agen depigmentasi (inhibitor tirosinase) yang memiliki mekanisme kerja menghambat enzim tirosinase. Penghambatan enzim tirosinase dapat dilakukan dengan mengukur IC50 pada suatu tanaman. IC50 adalah kosentrasi suatu inhibitor yang dibutuhkan untuk menghambat setengah dari aktivitas enzim. Review ini bertujuan untuk membandingkan nilai IC50 aktivitas monophenolase dan IC50 aktivitas difenolase pada beberapa tanaman yang memiliki aktivitas inhibisi tirosinase dengan metode pengujian invitro terhadap substrat L-tirosin atau L-DOPA. Hasil pengkajian beberapa artikel ditemukan tanaman yang berpotensi paling baik dalam menghambat aktivitas enzim tirosinase adalah ekstrak akar manis (Glycyrrhiza glabra L.) dengan nilai IC50 126,7548 μg/mL pada aktivitas difenolase dan ekstrak kulit batang taya (Nauclea subdita) dengan nilai IC50 568.58 μg/mL pada aktivitas monofenolase. Kata Kunci: Hiperpigmentasi, Tanaman, Inhibitor Tirosinase Jurnal Sains dan Kesehatan