WARTAZOA Vol. 32 No. 3 Th. 2022 Hlm. 000-000 DOI: http://dx.doi.org/10.14334/wartazoa.v32i3.2755 151 Patologi Keracunan Logam Berat pada Hewan Coba sebagai Hewan Model untuk Keracunan pada Ternak (Pathology of Heavy Metals Toxicity in Experimental Animal as Model Animals for Poisoning in Livestock) Rida Tiffarent 1 , DD Sugiartanti 2 , S Wahyuwardani 3 dan RZ Ahmad 3 1 Pusat Riset Zoologi Terapan, Jl. Jakarta-Bogor KM 46, Bogor, Jawa Barat 16911. Indonesia 2 Balai Besar Penelitian Veteriner, Jl R.E. Martadinata No.30, Bogor, Jawa Barat 16114. Indonesia 3 Pusat Riset Veteriner, BRIN, Jl R.E. Martadinata No.30, Bogor Jawa Barat 16114. Indoneesia Kontributor utama: rida003@brin.go.id (Diterima 4 Juni 2022 Direvisi 19 Agustus 2022 Disetujui 5 September 2022) ABSTRACT Pollution is a global problem that can cause health problems in organisms. Heavy metal pollutants from the environment can enter the body systems of animals and humans through the food chain. Several cases of severe poisoning in animals have been reported, especially in grazing animals around landfills and show pathological findings. This article aims to describe the gross pathological and histopathological abnormalities of heavy metal poisoning Arsenic (As), Cadmium (Cd), Copper (Cu), Mercury (Hg), Manganese (Mn) and Lead (Pb) which are focused in laboratory animals and chickens as animal models of poisoning in livestock as animal consumption. In general, the organs that are heavily affected by heavy metals are the liver, kidneys, testes, and ovaries. This article is expected to increase the knowledge of readers and practitioners in the examination differential diagnosis for the possibility of heavy metal poisoning which can be acute or chronic. Key words: Pathological lesions, heavy metals, toxicity, prevention ABSTRAK Polusi merupakan masalah global yang dapat menimbulkan masalah kesehatan pada makhluk hidup. Polutan logam berat dari lingkungan dapat memasuki sistem tubuh hewan dan manusia melalui rantai makanan. Beberapa kasus keracunan logam berat pada hewan konsumsi telah dilaporkan terutama pada hewan-hewan yang digembalakan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan menunjukkan beberapa temuan patologi. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan patologi anatomi dan histopatologi akibat keracunan logam berat Arsenik (As), Cadmium (Cd), Tembaga (Cu), Merkuri (Hg), Mangan (Mn) dan Timbal (Pb) yang difokuskan pada hewan laboratorium dan ayam sebagai hewan model keracunan pada ternak konsumsi. Secara umum, organ yang banyak terdampak akibat logam berat adalah hati, ginjal, testis, dan ovary. Artikel ini diharapkan dapat menambah referensi pembaca dan praktisi dalam diagnosis banding pemeriksaan patologi atas kemungkinan keracunan logam berat karena sifat keracunan yang dapat terjadi secara akut maupun kronis. Kata kunci: Lesi patologik, logam berat, keracunan, pencegahan PENDAHULUAN Polusi pada lingkungan merupakan masalah global yang menimbulkan risiko serius baik pada manusia maupun pada hewan secara umum. Faktor utama penyebab polusi lingkungan ini adalah perkembangan teknologi modern, industrialisasi, pertambahan populasi yang cepat dan intensifikasi pertanian (Kaplan et al. 2011; He et al. 2015). Polutan yang berada di lingkungan dapat mengkontaminasi rantai makanan, hewan konsumsi, dan manusia (Kaplan et al. 2011). Pada kasus hewan konsumsi, penyebab utama toksisitas asal lingkungan dikarenakan oleh paparan pestisida, zat-zat kimia asal agraris, dan kontaminasi logam berat (Rajaganapa et al. 2011). Logam berat terbagi ke dalam kelompok logam yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu untuk proses metabolisme dan kelompok logam lainnya yang tidak dibutuhkan oleh tubuh (Ahmad 2018). Logam berat yang tidak dibutuhkan tubuh biasanya termasuk ke dalam polutan dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ekologi (Ahmad et al. 2013). Logam berat polutan yang mencemari lingkungan dapat memasuki sistem rantai makanan melalui tanah, air dan udara. Proses ini diawali dengan terjadinya kontaminasi produk makanan nabati dan kemudian dikonsumsi baik oleh hewan ataupun manusia. Logam