MINTAKAT: Jurnal Arsitektur Volume 23, Issue 1, 2022, page. 63-72 ISSN: 1411-7193 (Print), 2654-4059 (Online) MINTAKAT: Jurnal Arsitektur Universitas Merdeka Malang ADAPTASI DESAIN STASIUN TERHADAP SISTEM DIGITALISASI PERSINYALAN PADA KOTA PINTAR Ratri Septina Saraswati * , LMF Purwanto Program Studi Doktor Arsitektur, Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Jl. Pawiyatan Luhur Sel. IV No.1, Bendan Duwur, Semarang 50234 *ratriseptina@upgris.ac.id Diterima: 18 12 2021 Direvisi: 24 08 2022 Disetujui: 14 09 2022 ABSTRAK Kota pintar memberikan persyaratan yang beragam, salah satunya kelancaran mobilitas penduduk, maka direncanakan perjalanan yang terintegrasi. Kemudian muncullah kebutuhan efisiensi waktu, sehingga muncul pula kebutuhan penambahan kecepatan, kemudahan, dan keamanan. Maka dalam dunia transportasi muncullah revolusi transportasi, revolusi dari peralatan yang bersifat manual, mekanik dan elektrik, menjadi peralatan elektrik dan digital, dan stasiun kereta api akan menjadi objek utama untuk menerapkan inovasi baru.dari konektifitas antar moda transportasi di sebuah kota pada masa depan akan terlihat bahwa operator di stasiun kereta api akan menjadi pemimpin sistem integrasi secara digital, terhubung dengan operator - operator kereta lainnya, bis kota, metro, hingga pada kendaraan pribadi dan parkir otomatis. Artinya secara arsitektural, stasiun kereta api di setiap Daerah Operasi yang akan beralih ke sistem digital, membutuhkan penyesuaian desain pada bangunan bersejarah, beradaptasi dengan kebutuhan masa mendatang. Kata kunci: Adaptasi, Digitalisasi, Kereta Api, Stasiun. ABSTRACT Smart cities provide various requirements, one of which is the smart mobility of the people, so an integrated trip is planned, then need for time efficiency, additional speed, convenience, and security. So, in the transportation subject, there will be a transportation revolution, a revolution from equipment that is manual, mechanical and electrical, to electrical and digital equipment, and the stations will become the main object for implementing new innovations. It can be seen that operators at the stations will become leaders in digital integration systems, connecting with other train operators, city bus, metro, to private vehicles and automatic parking. This means that architecture, the stations in each Operational Area that will switch to a digital system, require design adjustments to their historical buildings, adapting to future needs. Keywords: Adapting, Digitalization, Railway, Station. PENDAHULUAN Membangun kota yang pintar atau dalam bahasa Inggrisnya “smart city” adalah sebuah upaya inovatif yang sudah mulai dipikirkan. Bagaimana menciptakan sistem untuk pengelolaan