JURNAL ELKOLIND, SEPTEMBER 2017, VOL.04, N0. 3 7 Abstrak — Selai merupakan makanan yang terbuat dari buah yang dihacurkan dan dicampur dengan gula yang kemudian dimasak. Selama proses pemasakan selai nanas harus dilakukan pengadukan agar buah nanas yang sudah dihancurkan dan gula dapat bercampur. Selain itu pengadukan juga berfungsi untuk menghindari dari kegosongan. Pengadukan pada selai tidak boleh terlalu cepat karena dapat merusak tekstur selai. Akan tetapi, pengadukan yang masih umum masih bersifat manual atau tradisional yang belum disertai dengan kontrol pengadukan. Pengaduk yang belum dikontrol akan mempengaruhi hasil produksi selai nanas yaitu hasil selai nanas yang berbeda-beda tergantung pada kecepatan pengadukan pada setiap produksi. Oleh karena itu diperlukan kontrol kecepatan pengadukan agar selai nanas yang dihasilkan pada setiap produksi sama mengingat pengadukan mempengaruhi hasil selai nanas. Kontrol kecepatan pengaduk yang digunakan adalah kontrol PI. Pengaduk digerakkan oleh motor DC. Dengan adanya kontrol PI ditanamkan pada mikrokontroler diharapkan agar kecepatan putar motor selalu stabil dan sesuai dengan setpoint. Kecepatan pengaduk yang digunakan adalah 44 rpm dengan nilai Kp=0,18 dan Ki=0,109 dan hasil pengujian respon motor cukup baik yaitu dengan nilai td (waktu tunda) sebesar 0 detik, tr (waktu naik) sebesar 58 detik, ts (settling time) sebesar 76,5 detik, tp (waktu puncak) sebsar 3 detik, Mo (Overshoot maksimum) sebesar 47 rpm dan ess (error stady state) sebesar 0%. Kata Kunci : Selai Nanas, Motor DC, Kontrol PI I. PENDAHULUAN anas merupakan buah yang banyak dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis. Pada tahun 2014, nenas (nanas) berada pada urutan ketiga untuk total produksi buah di Indonesia yaitu dengan presentase 9,27%.[1] Akan tetapi produksi nanas yang melimpah tidak sebanding dengan Marsa Atisobhita adalah Mahasiswa D4 Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang, email: atisobhitamarsa@gmail.com. Mila Fauziyah dan Denda Dewatama adalah dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang. tingkat konsumsi. Oleh karena itu, buah nanas dapat dikembangkan menjadi suatu produk olahan yang dapat diterima oleh konsumen yaitu selai nanas. Pembuatan selai nanas tidak lepas dari proses pemasakan. Dan selama pemasakan diperlukan pengadukan. Pengadukan akan mempengaruhi tekstur selai nanas. Proses pengadukan pada umumnya masih bersifat manual yaitu dengan menggunakan tenaga manusia. Oleh karena itu, hasil selai nanas pada setiap produksi berbeda-beda tergantung pada keceptan pengadukan pada saat itu. Sehingga diperlukan pengadukan yang otomatis dan terkontrol pada setiap produksi agar selai nanas yang dihasilkan pada setiap produksi sama. Selain itu, pengadukan yang otomatis juga mengurangi pekerjaan bagi pembuat selai nanas. II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proses Pembuatan Selai Nanas Pembuatan selai nanas terdiri dari beberapa tahap, yaitu pertama pemilihan bahan (buah nanas), selanjutnya pengupasan kulit buah nanas. Selatah kulit buah nanas dikupas, maka selanjunya buah anans dicuci dan direndam dengan menggunakan air hangat. Kemuadian bauh nanas dipotong-potong dan diparut. Setelah diparut, buah nanas dimasak. Selama proses pemasakan, harys dibarengi dengan pengadukan agar campuran bahan selai nanas tercampur. Pengadukan tidak terlalu cepat karena dapat merusak tekstur selai nanas dan penampakan ahir selai yaitu dengan munculnya gelembung-gelembung. [2] 2.2 Sensor Arus Sensor arus ACS712 adalah sensor yang presisi sebagai pengukur arus AC atau DC dalam pembacaan arus di dalam dunia industry, otomotif, komersil dan sistem-sistem komunikasi. Cara kerja sensor ini adaah arus yang dibaca mengalir melalui kabel tembaga yang terdapat di dalamnya yang menghasilkan medan magnet yang ditangkap oleh integrated Hall IC dan diubah menjadi tegangan proporsional [3]. Kontrol Kecepatan Putar MotorPengaduk Selai dengan Menggunakan Metode PI pada Proses Pemasakan Selai Nanas Marsa Atisobhita, Mila Fauziyah, Denda Dewatama. N