JIP: Jurnal Ilmiah PGMI Volume 3, Nomor 1, Juni 2017 89 ISSN: 2527-2764; E-ISSN: 2527-4589 Versi Online: http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip Interaktif dalam Pembelajaran IPS Yulia Tri Samiha Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang E-mail: yuliatrisamiha_uin@radenfatah.ac.id Abstract Interactive learning is often known as the child's question approach. This model is designed so that students will ask questions and then find answers to their own questions. Stages in the interactive learning model consist of early knowledge preparation, exploration activities, student questions, inquiry, final knowledge and reflection. Teachers in this interactive learning process can develop effective inquiring techniques or engage in creative dialogue by asking questions to students. The nature of the question can reveal something or have inquiry properties, so through the questions asked, students are developed in their ability to think creatively of facing event. Keywords: Interactive, IPS Learning Abstrak Pembelajaran interaktif sering dikenal dengan nama pendekatan pertanyaan anak. Model ini dirancang agar siswa akan bertanya dan kemudian menemukan jawaban pertanyaan mereka sendiri.Tahapan dalam model pembelajaran interaktif terdiri dari persiapanpengetahuan awal, kegiatan eksplorasi, pertanyaan siswa, penyelidikan, pengetahuan akhir dan refleksi.Guru dalam proses belajar mengajar yang interaktif dapat mengembangkan teknik bertanya efektif atau melakukan dialog kreatif dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa. Sifat pertanyaan dapat mengungkapkan sesuatu atau memiliki sifat inkuiri, sehingga melalui pertanyaan yang diajukan, siswa dikembangkan kemampuannya ke arah berpikir kreatif dalam menghadapi sesuatu. Kata Kunci: Interaktif, Pembelajaran IPS A. Pendahuluan Pendidikan IPS dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mengatasi masalah sosial, sebab pendidikan IPS memiliki fungsi dan peran dalam meningkatkan sumber daya manusia untuk memperoleh bekal pengetahuan tentang harkat dan martabat manusia sebagai mahluk sosial, keterampilan menerapkan pengetahuan tersebut dan mampu bersikap berdasarkan nilai dan norma sehingga mampu hidup bermasyarakat. Kedudukan konsep ilmu, teknologi dan kemasyarakatan semakin penting dalam era masyarakat modern yang banyak menimbulkan masalah-masalah kompleks. Kenyataan ini akan semakin dirasakan apabila dalam penjelasanya memberi informasi lebih jauh bahwa pemecahan masalah-masalah tersebut menghendaki adanya kedudukan dari berbagai disiplin ilmu.