MEDIA INFORMATIKA BUDIDARMA, Vol 2, No 3, Juli 2018 ISSN 2614-5278 (media cetak) ISSN 2548-8368 (media online) Hal 99-109 Eri Riana | http://ejurnal.stmik-budidarma.ac.id/index.php/mib | Page | 99 Perancangan Alat Penanggulangan Dini Bencana Banjir Berbasis Inframerah Dengan Mikrokontroller Atmega16, Pompa Air, Dan Calling Eri Riana Program Studi Manajemen Informatika, AMIK BSI Bekasi, Jawa Barat, Indonesia Jl. Cut Mutia Raya No. 88, Margahayu, Bekasi Timur, Jawa Barat, Indonesia email: eri.eea@bsi.ac.id Abstrak Pada saat musim penghujan tiba menuntut kita untuk selalu waspada dengan adanya bencana banjir. Untuk meminimalkan kerugian yang diakibatkan oleh banjir maka perlu adanya sebuah alat yang dapat mendeteksi dan menanggulangi banjir secara otomatis. Secara umum alat pendeteksi banjir otomatis dirancang dengan menggunakan Mikrokontroler Atmega 16. Banjir akan dideteksi oleh sensor selanjutnya akan diteruskan sensor Inframerah ke mikrokontroler. Kemudian mikrokontroler Atmega 16 akan mengaktifkan buzzer relay dan sim800l. Dengan aktifnya buzzer berupa bunyi menunjukkan adanya banjir, secara otomatis relay akan menghidupkan pompa untuk menyedot air, dan sim800l akan melakukan panggilan (calling). Dengan demikian kita dapat segera mengamankan diri dan barang-barang berharga lainnya. Kata Kunci: Atmega16, Inframerah, Sim800l, Banjir Abstract At the time of the rainy season requires us to be vigilant with their floods. To minimize losses caused by floods then the need for a tool that can detect and automatically controlling the floods. In general, automatic flood detector designed using Atmega microcontroller 16. The flood is detected by sensors Infrared sensors will then be forwarded to the microcontroller. Then Atmega microcontroller 16 will activate the buzzer relay and sim800l. With its active form buzzer sounds indicate a flood, the relay will automatically turn on the pump to suck up the water, and sim800l will make calls (calling). Thus we can immediately safeguard themselves and other valuables. Keywords: ATmega16, Inframerah, Sim800l, Flood 1. PENDAHULUAN Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan. Banjir diakibatkan oleh volume air di suatu badan air seperti sungai atau danau yang meluap atau menjebol bendungan sehingga air keluar dari batasan alaminya, ukuran danau atau badan air terus berubah-ubah sesuai perubahan curah hujan dan pencairan salju musiman, namun banjir yang terjadi tidak besar kecuali jika air mencapai daerah yang dimanfaatkan manusia seperti desa, kota, dan permukiman lain. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan pertokoan yang dibangun di dataran banjir sungai alami. Menurut Agus Muliantara, dkk (2015:31) “Berbagai cara digunakan untuk mengatasi bencana banjir yang diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan. Diantaranya adalah memperbaiki irigasi, menambah titik-titik serapan air. Namun kadang kala cara yang digunakan untuk mengatasi banjir belum cukup untuk meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh hujan. Meskipun saluran irigasi dan daerah resapan sudah luas, banjir masih saja terjadi. Untuk itu perlu dilakukan upaya evakuasi sebelum terjadinya banjir tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah alat yang mampu memberikan informasi ketinggian curah hujan yang terjadi”. Berdasarkan prakiran cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami bencana banjir, baik itu banjir tinggi, menengah maupun rendah. Secara umum banjir disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor alam dan peran manusia. Perlu diketahui bersama bahwa banjir sulit untuk dicegah akan tetapi bisa dikendalikan, untuk itu marilah bersama – sama untuk berkontribusi mencegah terjadinya bencana banjir. 2. TEORITIS 2.1 Mikrokontroler Menurut Sumarno, dkk (2013) bahwa “Salah satu teknologi yang sering dipakai dalam pembuatan sistem berbasis teknologi adalah mikrokontroler yang memiliki banyak kelebihan diantaranya bisa bekerja otomatis, bekerja realtime 24 jam, bisa diintegrasikan dengan alat input output lain, membutuhkan daya yang rendah, tahan lama, dan lain-lain. Mikrokontroler adalah sebuah sistem mikroprosesor yang dikemas dalam sebuah IC ( integrated