Prosiding Seminar Nasional SIMBIOSIS II, Madiun, 30 September 2017 p-ISSN : 9772599121008 e-ISSN : 9772613950003 275 KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM EKSTRAK KULIT PISANG MAS KIRANA (Musa acuminata L.)TERHADAP PERTUMBUHAN Pseudomonas aeruginosa Wasilatul Khoyriah 1) , Dwi Nur Rikhmasari 2) , Ismul Mauludin Al Habib 3) 1,2,3) Pendidikan Biologi, FPMIPA, IKIP PGRI Jember 1) washilla95@gmail.com, 2) rikhmasari.dnrs@gmail.com, 3) ismul_habib@ikipjember.ac.id ABSTRACT Bananas peel of Mas Kirana (Musa acuminata L.) is thought to contain an antimicrobial compound that can be used to inhibit the growth of Pseudomonas aeruginosa. Pseudomonas aeruginosa is a pathogenic bacterium that causes nosocomial infections. The objective of this research is to find minimum inhibitory Concentration of extract banana’s peel mas kirana (Musa acuminata L.) on Pseudomonas aeruginosa growth. This research is a descriptive study conducted in vitro using liquid dilution method at concentrations 25, 50, 75, 100 (mg / mL). Observations were made by observing the turbidity of the test tube compared with the control, then giving the result (+) with the lowest turbidity and (-) for turbidity equal to the control. The results of this study indicate that the best minimum inhibitory concentration at concentrations of 100 mg / mL is indicated by different turbidity levels with the controls. The conclusion of this research shows that banana mas extract of kirana (Musa acuminata L.) can inhibit the growth of Pseudomonas aeruginosa. Keyword : Musa acuminata L., Minimum inhibitory concentration, Pseudomonas aeruginosa . PENDAHULUAN Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri gram negatif Ciri morfologi dari bakteri pseudomonas aeruginosa yaituberbentuk sel batang, termasuk kelompok bakteri gram negatif, motil pertumbuhannya pada suhu 20- 40ºC, merupakan bakteri obligat aerobik, sedangkan sifat biokimianya adalah katalase positif dan glukosa negatif (Suyono dan Farid, 2011).Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri penyebab infeksi nosokomial (Putri, 2016) infeksi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat, dan telah menjadi keprihatinan dunia (Bunia dan Mondal, 2012). Nosokomial merupakan infeksi yang didapat di rumah sakit, terjadi sesudah 72 jam perawatan pada pasien rawat inap dan bisa juga pada pasien yang dirawat lebih lama dari masa inkubasi suatu penyakit (Putri dkk, 2014)Pada tahun 2009 angka kejadian infeksi Nosokomial sebesar 86 (Kemenkes RI, 2014), meskipun infeksi dapat di obati dengan antibiotik akan tetapi antibiotik masih memiliki efek samping, penggunaan antibiotik dalam jumlah banyak dan penggunaannya yang salah diduga