JNTETI, Vol. 5, No. 3, Agustus 2016 1,2 Program Studi Teknik Elektro, Universitas Hasanuddin, Makassar, INDONESIA (e-mail: zainuddinzahir@gmail.com, intan@unhas.ac.id) 3 Sistem Komputer, STMIK Bina Adinata, Bulukumba, Makassar, INDONESIA (e-mail: wirawan_raden@yahoo.com) Aplikasi Augmented Reality pada Sistem Informasi Smart Building Zahir Zainuddin 1 , Intan Sari Areni 2 , Raden Wirawan 3 Abstract- The aim of this research in this paper is to develop smart building information application using augmented reality in android mobile gadget. A case study is implemented in STMIK Handayani Makassar. The system is able to show the room condition, temperature, and humidity with marker based tracking. Performance evaluation is done with marker testing, with distance, angle, and blocked marker surface area as parameters. The result shows that the best distance between the gadget and marker is 10 cm - 50 cm with mobile angle 0 0 – 30 0 and coveraged surface area 10% - 70%. Specifications of the device are 1 GB RAM, 5 MP Camera, Android 4.4 OS, and Quad core 1 GHz Processor. Intisari–Makalah ini membahas tentang pengembangan aplikasi sistem informasi smart building dengan teknologi augmented reality (AR) pada perangkat mobile android. Studi kasus dilaksanakan pada kampus STMIK Handayani Makassar. Aplikasi AR ini memperlihatkan tampilan bangunan secara bertingkat yaitu keseluruhan gedung hingga ke setiap lokasi ruangan. Sistem juga dapat memperlihatkan kondisi ruangan, kondisi suhu, dan kelembaban dalam ruangan dengan marker based tracking. Evaluasi unjuk kerja sistem dilakukan pada pengujian marker dengan beberapa parameter uji, yaitu jarak, sudut, dan luas permukaan marker yang tertutupi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jarak terbaik antara perangkat mobile ke marker adalah 40 cm – 50 cm dan kemiringan perangkat mobile 0 0 - 30 0 dengan permukaan marker yang tertutupi 10% - 70%. Spesifikasi perangkat mobile yang digunakan yaitu RAM 1 GB, Kamera 5 MP, Android 4.4, dan Prosesor Quad core 1 GHz. Kata kunci: Augmented Reality, Smart Building, Android, Marker Based Tracking. I. PENDAHULUAN Saat ini bermacam-macam teknologi telah diciptakan untuk berbagai keperluan. Perkembangan teknologi mengakibatkan tuntutan masyarakat akan kemudahan, kelengkapan fasilitas, dan kecanggihan dalam segala hal, khususnya pengolahaan informasi, proteksi terhadap keamanan dan keselamatan bangunan yang akan memberikan rasa aman dan nyaman meningkat. Tentu untuk menjawab semua kebutuhan tersebut perlu adanya sistem bangunan pintar atau biasa disebut smart building. Smart building adalah sebuah bangunan dengan fungsi servis komunikasi, otomatisasi bangunan, dan mampu menyesuaikan dengan aktivitas pengguna [1]. Bangunan pintar bukanlah sebuah produk akan tetapi suatu pendekatan desain dengan pemikiran jauh ke depan, yaitu menerapkan paduan harmonis antara otomasi, komunikasi, dan perencanaan lingkungan agar tercipta bangunan komersial atau perkantoran yang benar-benar baik. Salah satu wujud bangunan pintar adalah sistem informasi di dalam gedung. Informasi yang dimaksud adalah letak ruangan, kondisi ruangan, dan aktivitas di dalam ruangan. Berbagai cara yang digunakan oleh pengguna gedung dalam memperoleh informasi yaitu bertanya, melihat brosur, atau browsing internet. Namun informasi yang didapatkan masih meluas dan membutuhkan waktu. Salah satu cara mendapatkan informasi yang memanfaatkan teknologi komputer untuk membuatnya serta menampilkanya adalah teknologi Augmented Reality (AR)[1][2]. Pada makalah ini dikembangkan suatu bagian dari bangunan cerdas yang dapat menampilkan informasi ruangan dalam bentuk AR beserta informasi ruangan berupa suhu dan kelembaban. II. REVIEW TEKNOLOGI Secara umum, AR adalah penggabungan antara objek virtual dengan objek nyata. Sistem ini berbeda dengan Virtual Reality (VR), yang sepenuhnya merupakan virtual environment. Teknologi AR menambah, melengkapi, atau meningkatkan realitas yang ada, sedangkan VR akan menggantikan dunia nyata sehingga pengguna merasakan lingkungan yang sintetik. Dengan bantuan teknologi AR, lingkungan nyata yang ada akan dapat berinteraksi dalam bentuk digital (virtual) [2][3]. Salah satu metode AR yaitu marker based tracking, di mana marker merupakan sebuah file gambar berekstensi .JPG yang nantinya akan di-upload ke Vuforia. Marker merupakan hal penting dalam teknologi AR, karena marker sebagai trigger yang akan dikenali oleh kamera untuk menjalankan aplikasi AR [4][5]. Marker yang telah di- upload akan dinilai kualitasnya oleh sistem Vuforia. Vuforia adalah AR Software Development Kit (SDK) untuk perangkat mobile yang memungkinkan pembuatan aplikasi AR [6]. Perangkat mobile yang digunakan adalah android yang menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi sesuai kebutuhannya [7][8]. Beberapa penelitian terdahulu yang menggunakan AR yaitu Egils Ginters dan Jorge Martin-Gutierrez, yang menggunakan AR untuk pemeriksaan tambahan barang di gudang dengan tujuan mengetahui kerusakan barang [9]. T. Miyashita dan P. Meier menggunakan AR sebagai media informasi di museum pada pameran seni Islam [4]. Sedangkan Woohun Lee dan Jun Park menggunakan AR untuk membantu para untuk memproyeksikan hasil rancangan 3D ke dunia nyata untuk memastikan ukuran yang dirancang sudah sesuai dengan yang diharapkan [5]. Sarah Rankohi dan Lioyd Wough memperkenalkan penggunaan aplikasi AR dalam arsitektur, rancang bangun, kontruksi, dan manajemen fasilitas industri Zahir Zainuddin: Aplikasi Augmented Reality pada ... ISSN 2301 – 4156 207