Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 2407-4462 (Cetak), 2614-5812 (Elektronik)
Vol. 6, No. 1, 2019x, Hal. 43 - 49
DOI: https://doi.org/ 10.32923/tarbawy.v6i1.872
43
Peran Pendidik dalam Pembelajaran Berbasis Gender pada
Anak Usia Dini di Kober Tunas Bangsa
Uswatun Hasanah
1
,
1
Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung
Info Artikel : ABSTRAK
Diterima : 18 September 2019
Direvisi : 20 September 2019
Dipublis : 06 Oktober 2019
Peran Gender perlu dikenalkan oleh pendidik sejak dini dikarenakan sangat
erat kaitannya dengan perkembangan dan pembentukan pola perilaku dan
kepribadian anak di masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
peran pendidik dalam pembelajaran berbasis gender di Kober Tunas Bangsa.
Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek
penelitian adalah kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik di Kober Tunas
Bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran
berbasis gender dilaksanakan melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendidik
tidak bersikap diskriminatif pada permainan peserta didik ketika mereka
bermain. Selain itu, tidak ada materi atau tema khusus yang membahas
tentang gender di dalam RPPH, karena sesungguhnya semua nilai-nilai
gender sudah terintegrasi dalam proses pembelajaran serta pendidik di Kober
Tunas Bangsa menggunakan metode yang dalam proses pembelajaran
berbasis gender dilakukan secara bervariasi.
ABSTRACT
Since early, gender roles need to be introduced by educators. It relates to the
development and formation of child behaviour and personality patterns in adulthood.
This study aims to determine the role of educators in gender-based learning in Kober
Tunas Bangsa. This research method uses a qualitative descriptive approach. Research
subjects are the headmaster, educators, and learners in Kober Tunas Bangsa. The
results showed that the implementation of gender-based learning was conducted
through transparency, habituation and educators are not discriminatory about the
learners games when they play. In addition, there is no special material or theme that
talks about gender in the RPPH. The fact that all gender values are already integrated
into the learning process and the educators at the Kober Tunas Bangsa use varied
methods in the gender-based learning process.
Kata Kunci:
Peran Pendidik
Pembelajaran berbasis Gender
Anak Usia Dini
Keywords:
The Role of Educator
Gender-Based Learning
Early Childhood
This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution License,
which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the
original work is properly cited. ©2019 by author.
Koresponden:
Uswatun Hasanah,
Email: u.hasanah19@rocketmail.com/uswatun.hasanah@metrouniv.ac.id
Pendahuluan
Anak memiliki kemampuan seluas samudra:kemampuan kognitif yang menghasilkan daya pikir
positif, kemampuan psikomotorik yang menghasilkan karya bermanfaat dan penampilan yang dahsyat,
serta kemampuan afektif yang menghasilkan nilai dan karakter yang manusiawi sesuai fitrahnya (Chatib,
2012). Pada rentang usia lahir sampai 6 tahun anak mengalami masa keemasan ( the golden years) yang
merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka
adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis, masa peka anak masing-masing berbeda,
seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual. Masa ini juga merupakan
masa peletak dasar pertama untuk mengembangkan kemampuan kognitif, sosio emosional, gerak-motorik,
bahasa pada anak usia dini. Usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat menentukan masa
depan bangsa (Nurani Sujiono, 2013).
Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 pada pasal 28 mejelaskan
bahwa (1) Pendidikan Anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar; (2) Pendidikan
Anak usia dini pada dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan atau
informal; (3) Pendidikan Anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK),