Journal of Agritechnology and Food Processing Volume 1, issue 2 (December 2021) ISSN 2809-3607 This article is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License Penentuan kualitas minyak goreng bekas setelah penambahan adsorben alami dari bonggol jagung dan ampas tebu The quality determination of used cooking oil after the addition of natural adsorbents from corn cobs and sugarcane pulp Ni Made Ayu Dinda Permatasari* 1 , Nunung Uswatun Hasanah 1 , Wahyu Aldi Setiawan 1 , Asmara Yauma Putri Farah Diba 1 , Dinda Sahila 1 , Hesti Wulandari 1 , Handa Muliasari 1 Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mataram, Mataram *Email: ayudinda917@gmail.com Received: 23 November 2021; Accepted: 31 December 2021 ABSTRAK Penggunaan minyak goreng secara berkelanjutan dan berulang pada suhu tinggi disertai kontak udara dan air dapat mengakibatkan terjadinya reaksi hidrolisis. Kualitas minyak dapat diketahui dengan melakukan prosedur penentuan kadar asam lemak bebas (ALB). Minyak goreng bekas dapat dimurnikan menggunakan adsorben/zat penyerap. Ampas tebu dan bonggol jagung telah banyak digunakan sebagai adsorben, namun belum ada penelitian yang membandingkan peningkatan kulitas minyak dengan 2 adsorben di atas. Penelitian ini bertujuan membandingkan warna hasil perendaman minyak jelantah dengan adsorben ampas tebu dan adsorben arang bonggol jagung serta menentukan nilai kadar ALB minyak jelantah sebelum dan sesudah perandaman dengan adsorben ampas tebu dan arsoben arang bonggol jagung. Metode yang digunakan adalah metode adsorpsi asam lemak dan titrasi alkalimetri. Dari hasil pengamatan diperoleh pemudaran warna minyak jelantah setelah perendaman dengan 3 jenis adsorben. Warna hasil perendaman dengan campuran 1:1 adsorben arang bonggol jagung dan ampas tebu memiliki tingkat kecerahan paling tinggi. Kadar ALB minyak jelantah sesudah perendaman juga mengalami penurunan dari 0,207% menjadi 0,141 %; 0,132 %; dan 0,094 %. Kadar ALB minyak jelantah hasil perendaman dengan campuran 1:1 adsorben arang bonggol jagung dan ampas tebu, memiliki nilai paling rendah yang berarti minyak tersebut memiliki kualitas paling tinggi. Dapat disimpulkan bahwa campuran 1:1 adsorben ampas tebu dan arang bonggol jagung merupakan adsorben terbaik. Kata Kunci: Adsorpsi; Ampas tebu; Arang bonggol Jagung; Minyak Jelantah; Titrasi Alkalimetri ABSTRACT Continuous and repeated use of cooking oil at high temperatures accompanied by air and water contact can result in a hydrolysis reaction. The quality of the oil can be determined by carrying out the procedure for determining the free fatty acid content (FFA). Used cooking oil can be purified using an adsorbent/absorbent. Sugarcane bagasse and corn cobs have been widely used as adsorbents, but there has been no study comparing the increase in oil quality with these two adsorbents. This study aims to compare the color of the used cooking oil immersion with bagasse adsorbent and corncob charcoal adsorbent and determine the value of FFA levels of used cooking oil