PRODUCT LIFE CYCLE MAIN COMMODITIES AND TYPE OF BUSINESS CAPE TOWN CENTER DAUR HIDUP PROUK KOMODITAS DAN JENIS USAHA UNGGULAN KOTA TANJUNG BALAI Gustina Siregar 1 ), Desi Novita 2 ) 1 ) Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 2 ) Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara Hp. 085276519437, email : siregar.gustina@yahoo.com, denovita_02@yahoo.co.id ABSTRACT Micro, small and medium enterprises (SMEs) in the economy has an important role and strategis.Pembinaan and pengembanganUMKM is a necessity in order to improve the regional economy. Given the variety and range of SME varies widely both in quantity and coverage is almost at all sectors of the economy so that it appears management problems of SMEs that do not focus on commodities and potensial.Kondisi type of business that can have impact on the promotion and development of SMEs which do not have efektif.Penelitian aims to determine the life cycle of commodities and types of businesses as well as the strategy of development of SMEs featured in Tanjungbalai so that it can support the improvement of the regional economy in KotaTanjungbalai. The data used in the analysis method Product Life Cycle analysis and SWOT analysis. The results showed that fish salting business, financial services, trade of fishery products, aquaculture clams, sea fishing, the fish meal industry business, the business of merchants of agricultural and minimarket business has relatively better prospects when compared to fish farming ditambak and budidaya.Sedangkan development potential varies from very high, high and medium. Alternative development model for the development of SMEs in Tanjungbalai is expected through the formation of clusters by strengthening the agribusiness system from upstream to downstream (Value Chain Agribusiness). Keywords: SMEs, Cycle, Commodities and Commodity Business Type ABSTRAK Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam perekonomian memiliki peran yang penting dan strategis.Pembinaan dan pengembanganUMKM merupakan suatu keharusan dalam rangka peningkatan perekonomian daerah. Mengingat ragam dan rentang usaha UMKM bervariasi baik jumlah maupun luas cakupan yang hampir berada pada semua sektor ekonomi sehingga muncul permasalahan pengelolaan UMKM yang tidak fokus pada komoditas dan jenis usaha yang potensial.Kondisi ini dapat berdampak pada pembinaan dan pengembangan UMKM yang tidak efektif.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daur hidup komoditas dan jenis usaha unggulan serta strategi pengembangan UMKM di Kota Tanjungbalai sehingga dapat mendukung peningkatan perekonomian daerah di KotaTanjungbalai. Data yang digunakan di analisa dengan metode analisis Product Life Cycle dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha pengasinan ikan, jasa keuangan, usaha perdagangan hasil perikanan, budidaya kerang, penangkapan ikan laut, usaha industri tepung ikan, usaha pedagang hasil pertanian dan usaha minimarket mempunyai prospek relatif lebih baik bila dibandingkan dengan budidaya ikan ditambak dan budidaya.Sedangkan potensi pengembangannya bervariasi dari sangat tinggi, tinggi dan sedang. Model pengembangan alternatif bagi pengembangan UMKM di Kota Tanjungbalai diharapkan melalui pembentukan cluster melalui penguatan sistem agribisnis mulai dari hulu hingga hilir (Value Chain Agribusiness). Kata Kunci: UMKM, Daur Hidup, Komoditas & Jenis Usaha Unggulan A. PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional memiliki peran yang penting dan strategis. Kondisi tersebut dapat dilihat dari berbagai data yang mendukung bahwa eksistensi UMKM cukup dominan dalam perekonomian Indonesia, khususnya data dari Kementrian Negara Koperasi & UKM tahun 2012. Pertama, jumlah industrinya yang besar dan terdapat dalam setiap sektor ekonomi yang tercatat sebanyak 52,1 juta unit atau 99,9% dari total unit usaha. Kedua, potensinya yang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Setiap unit investasi pada sektor UMKM dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja bila dibandingkan dengan investasi yang sama pada usaha besar. Sektor UMKM menyerap 91,03% dari total angkatan kerja yang bekerja. Ketiga, kontribusi UMKM dalam pembentukan PDB cukup signifikan yakni sebesar 33% dari total PDB. Belum kokohnya fundamental perekonomian Indonesia saat ini, mendorong pemerintah untuk terus memberdayakan Usaha Agrium ISSN 0852-1077 (Print) ISSN 2442-7306 (Online) Oktober 2016 Volume 20 No. 2 133 CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian