Jurnal Advice, Vol 2 (1); p.91-101, Juni 2020 ISSN (Cetak): 2685-9130/ISSN (Online) : 2685-9122 journal.univetbantara.ac.id | 91 PERAN KONSELING CLIENT CENTERED DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA Kusuma Ratih Nur Chasanah, Awik Hidayati, Aldila Fitri Radite Nur Maynawati Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo Email: kratih420@gmail.com Article Info ABSTRAK Di dalam studi kepustakaan ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan tentang peran konseling client centered dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Studi Kepustakaan. Hasil dari studi pustaka ini adalah 1) Keberhasilan penerapan peran konseling client centered dalam meningkatkan kepercayaan diri bahwa pendekatan client centered sangat efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. 2) Pengaplikasian pendekatan client centered dapat dilaksanakan dengan konseling individu dan konseling kelompok serta bimbingan kelompok dengan pemberian tugas tertentu yang bertujuan untuk memudahkan dalam membantu menyelesaikan masalah siswa/klien. 3) Sasaran atau penerapan konseling client centered ialah pada siswa SMP, SMA dan SMK.Bagi guru BK supaya terus mengeksplorasi dirinya dalam menggunakan pendekatan-pendekatan konseling saat melakukan layanan Bimbingan dan Konseling serta mengintensifkan pemberian layanan konseling dengan pendekatan client centered terutama dalam mengatasi masalah kepercayaan diri rendah yang dihadapi klien. Kata kunci: Konseling Client Centered, Kepercayaan Diri Siswa. Available online 15.06.2020 PENDAHULUAN Hakikatnya manusia adalah makhluk yang sempurna karena telah memiliki akal yang dapat dipergunakan untuk berpikir. Manusia diberi oleh Tuhan pikiran yang berguna untuk mengembangkan potensi dalam dirinya, sehingga menjadi manusia yang kreatif, unik dan bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain. Setiap manusia juga mempunyai hak untuk mempunyai cita-cita yang tinggi, mempunyai impian serta kesuksesan di masa depannya. Dalam meraih itu semua diperlukan kegigihan, kekuatan, perjuangan yang kuat dan kepercayaan diri tinggi. Manusia juga mempunyai hak yang melekat pada dirinya sejak lahir yang disebut HAM (Hak Asasi Manusia). Oleh adanya HAM, manusia bebas untuk mengeksplorasi dirinya, mengekspresikan perasaanya dan mengambil keputusan secara mandiri ketika ada masalah