105 PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PROSES MATEMATIKA SISWA MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN TIDAK LANGSUNG DI SEKOLAH DASAR Karlimah, Rustono WS, Oyon Haki Pranata, Dindin Abdul Muiz Lidinillah Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya, Jl. Dadaha No. 18 Tasikmalaya Email: aril.karlimah@gmail.com Abstract: This study concerns with the development of mathematical process skill of elementary school students. It was conducted as the mathematical process skill of the students was still low. Thus, it needed an approach that was able to develop the mathematical process skill of the students and one of the approaches was Indirect Approach. This study applied classroom action research that involved eight schools and eight undergraduate students of the eight semester. The learning of the Indirect Approach applied in the study was Problem Solving, Investigation and Exploration of Mathematics. While the process skill developed in the study was inductive reasoning, critical thinking, mathematical communication, and problem solving. The result shows that the Indirect Approach applied in the learning of mathematics was able to develop the mathematical process skill of the elementary school students. Keywords : Indirect Learning, Process skill, Investigation, Problem Solving, Exploration, Inductive Reasoning, Critical Thinking, Communication Matematika dianggap sebagai kemampuan kunci yang harus dimiliki siswa untuk menunjang terhadap penguasaan sebagian besar bidang-bidang keilmuan lainnya. Di sisi lain, matematika dianggap sebagai kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang agar dapat beradaptasi dalam kehidupan bermasyarakat dan kemajuan IPTEK. Tujuan pembelajaran matematika untuk sekolah dasar menuntut penguasaan fakta dan prosedur matematika, pemahaman konsep, dan kemampuan proses matematika siswa. Semuanya harus saling menunjang dalam proses pembelajaran matematika sehingga akan membentuk siswa secara utuh dalam mengusai matematika. Hal ini sejalan dengan National Council of Teacher Mathematic (NCTM, 2000) yang mene- tapkan 5 (lima) keterampilan proses yang harus dikuasai siswa melalui pembelajaran matematika, yaitu : (1) pemecahan masalah (problem solving); (2) penalaran dan pembuktian (reasoning and proof); (3) koneksi (connection); (4) komunikasi (communication); serta (5) representasi (representation). Namun kenyataan di lapangan pembelajaran matematika belum mengarah kepada kemampuan proses matematika. Pembelajaran matematika seharusnya lebih menekankan kepada aktivitas siswa sebagai pusat pembelajaran baik secara mental maupun fisik. Pembelajaran matematika harus mengembangkan aktivitas berpikir dan kemampuan proses matematika. Salah satu pendekatan yang relevan dengan ini adalah pendekatan pembelajaran tidak langsung (Indirect Learning Approach). Paradigma Pembelajaran Matematika adalah membentuk aktivitas kehidupan manusia (Frudental, 1983, dalam Turmudi, 2008 : 7) atau “mathematics as human sense- making and problem solving activity” (Verschaffel dan Corte, 1996, dalam Turmudi, 2008 : 7). Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika, siswa harus dirangsang untuk mencari sendiri,