SAINS Volume 10, Nomor 1/ Januari 2010: 13 20 Vol 1 No 1, Maret 2017 Halaman: 2225 Jurnal Pengabdian Papua ISSN: 2550-0082 E-ISSN : 2579-9592 Alamat korespondensi: 1 Jurusan Biologi, Kampus UNCEN-WAENA, Jl. Kamp. Wolker , Jayapura Papua. 99358. email: john_pela@yahoo.com 2 Jurusan Biologi, Kampus UNCEN-WAENA, Jl. Kamp. Wolker, Jayapura Papua. 99358. Telp: +62 967 email: ypaulungan@yahoo.com Manuskrip: Diterima: 20 Januari 2017 Disetujui: 28 Pebruari 2017 PEMBUATAN PAKAN IKAN BERBAHAN BAKU LOKAL DARI TEPUNG IKAN RED DEVIL DANAU SENTANI DI KABUPATEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA John Dominggus Kalor 1 , Yunus P Paulangan * Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih, Jayapura ABSTRACT The manufacture of fish feed activities of local raw materials of fishmeal red devil (Amphilphus labiatus) was performed in Beringin fish farming group at, Jl. Ayapo Sentani, on 13 to 15 June 2016. Using 2 forms and methods of activities, namely classroom activities with a lecture and outside the classroom with practical methods. The main raw material in the manufacture of feed is fishmeal red devil of Lake Sentani. The red devil fish for fishmeal has been found to have high nutrition, as well as become a pest to farmers and be a competitor fish economical and endemic species in the lake Sentani, as well as maintaining the status of bio-ecology of Lake Sentani. These fish feed production, using 4 stages (1) flouring red devil fish meat, (2) early pecampuran, (3) manufacture of pellets, (4) Packaging. Hasli obtained by the fish farmers may eventually be able to make fish feed made from local flour quality red devil fish as feed supplement for fish farmed in cages in Lake Sentani. Keywords: feed, fish meal, Red Devil, and Lake Sentani PENDAHULUAN Dalam kegiatan budidaya ikan, baik pa- da tahap kegiatan pembenihan maupun pem- besaran, pakan buatan merupakan salah satu faktor produksi yang penting untuk menunjang keber- hasilan kegiatan tersebut. Biaya yang harus dike- luarkan untuk pengadaan pakan buatan sangat besar bila dibandingkan dengan biaya produksi la- innya yaitu mencapai 5060% dari total biaya pro- duksi (Sutikno, 2011). Dengan demikian, pakan me- rupakan salah satu kebutuhan utama sehingga oto- matis harus tersedia dengan cukup dan terjangkau. Kendala utama dalam usaha budidaya teru- tama oleh kelompok mitra, yakni harga pakan sangat tinggi karena didatangkan dari luar Papua. Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam suatu usaha, keuntungan adalah tujuan utama. Usaha budi- daya ikan yang intensif menuntut tersedianya maka- nan dalam jumlah yang cukup, tepat waktu dan ber- kesinambungan. Karena itu, pengadaan makanan per- lu ditangani dengan sungguh-sungguh agar hasilnya semakin meningkat (Herawati, 2005). Dalam budi- daya ikan, pakan memegang peranan yang besar. Menurut Satria dan Amran (2007), dalam budidaya ikan dengan selain pakan alami pemberian pakan buatan, produksi dapat dinaikkan sampai 2x lipat da- ri produktifitas semula. Pakan buatan adalah maka- nan yang diramu atau dibuat sendiri dari bahan-ba- han alami atau dari beberapa bahan yang kemudian kita olah menjadi bentuk khusus sebagaimana yang kita kehendaki. Ironisnya, sebagaimana umumnya di Papua, masyarakat pembudidaya di danau Sentani masih kesulitan dalam menyediakan pakan sendiri, sehing- ga keuntungan yang diperoleh sangat sedikit dan dengan alasan ini pula masyarakat sulit mengem- bangkan usaha budidayanya. Oleh karena itu, dengan pelatihan pembuatan pakan ini diharapkan masyarakat (kelompok sasaran mitra) dapat mem-