TURBO Vol. 8 No. 1. 2019 p-ISSN: 2301-6663, e-ISSN: 2477-250X Jurnal Program Studi Teknik Mesin UM Metro URL: http://ojs.ummetro.ac.id/index.php/turbo 88 Upaya Peningkatan Kualitas dan Kapasitas Produksi Mesin Pengupas Kulit Kopi Kering Eko Budiyanto 1 , Lukito dwi Yuono 2 , Andrianto Farindra 3 Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Metro Jl. Ki Hajar Dewantara 15 A Kota Metro, Lampung, Indonesia Email: eko_budiyanto99@yahoo.com 1 , lukitodwiyuono@gmail.com 2 , andriantofarindra123@yahoo.com 3 Abstrak Pengolahan kopi kering sangat berpengaruh pada kualitas kopi yang dihasilkan. Selain itu hasil produksi pengupasan kulit kopi kering kurang baik karena terlalu lambat, sehingga banyak waktu yang diperlukan dalam proses pengupasan kulit kopi kering tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah mata silinder dan putaran terhadap kualitas dan kapasitas produksi pengupasan yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan cara memvariasikan jumlah mata silinder dan putaran mesin pengupas kopi kering. Jumlah variasi mata silinder alat pengupas kulit kopi kering adalah 3, 5, dan 7 mata silinder. Bentuk susunan mata silinder pengupas horizontal, degan ketebalan 1 cm. Pengujian dilakukan pada putaran 300, 400, 500 rpm. Mesin pengupas kulit kopi menggunakan daya mesin penggerak 6,5 HP. Percobaan dilakukan dengan 10 kg buah kopi kering setiap 1 kali percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mata silinder yang terbaik pada alat pengupas kulit biji kopi kering adalah 3 mata silinder. Namun pada kapasitas produksi pengupasan tertinggi didapat pada 7 mata silinder, akan tetapi persentase kualitas pengupasan pada 7 mata silinder sangat rendah sehingga banyak biji kopi yang cacat atau pecah. Kata kunci: Mesin pengupas, mata silinder, kopi, kualitas, dan kapasitas. Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara penghasil buah kopi di dunia. Jenis kopi yang dihasilkan rata-rata adalah jenis buah kopi robusta dengan karasteristik biji kopi berbentuk bulat. Tanaman kopi tumbuh di ketinggian 400-700 m dari permukaan laut dengan suhu 24-30 derajat Celcius. Buah kopi yang mentah berwarna hijau pada saat matang akan berubah menjadi merah. Priode musim buah kopi di Indonesia pada umumnya hanya setahun sekali [1]. Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi diantara tanaman perkebunan yang lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Kopi tidak hanya berperan penting sebagai sumber devisa melainkan juga merupakan sumber penghasilan bagi-bagi tidak kurang dari satu setengah juta jiwa petani kopi di Indonesia [2]. Pengolahan kopi kering sangat berpengaruh pada kualitas kopi yang dihasilkan. Kendala yang dihadapi pada pengolahan kopi kering adalah waktu dan energi yang dibutuhkan masih terlalu besar sehingga pada saat proses pengupasan kulit kopi kering dirasa kurang efisien. Selain itu hasil dari kapasistas pengupasan kulit kopi kering kurang baik karena terlalu lambat, sehingga banyak waktu yang diperlukan dalam proses pengupasan kulit kopi kering tersebut. Kendala-kendala tersebut akan menambah waktu, biaya, dan tenaga dalam proses pengupasan. Tentu ini suatu masalah tersendiri yang dialami para petani kopi karena dianggap mampu mengurangi pendapatan. Pengupas kulit buah yang umum digunakan oleh petani kopi di Indonesia adalah pengupas kulit buah mekanis tipe silinder tunggal horizontal dengan tenaga