133 Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 13 No. 2, Desember 2016, 133-138 ISSN: 1829-6327; E-ISSN: 2442-8930 Terakreditasi No.: 677/AU3/P2MI-LIPI/07/2015 PEMILIHAN JENIS HIBRID MURBEI UNTUK DIKEMBANGKAN DI DATARAN TINGGI Selection of Mulberry Hybrids for Highland Cultivation Purpose Sugeng Pudjiono, Lincah Andadari dan/and Darwo Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Jl. Gunung Batu No. 5 Kotak Pos 165 Bogor 16118, Jawa Barat, Indonesia Tlp. : (0251) 8633234; Fax. : (0251) 8638111 Email : sg-pudjiono@yahoo.co.id; a.lincah@yahoo.co.id; darwop3h@gmail.com Tanggal diterima : 20 Mei 2016; Tanggal direvisi : 16 Agustus 2016; Tanggal disetujui : 5 Desember 2016 ABSTRACT The quality and quantity of feed silkworm affect the yield and quality of cocoon. Crossing among mulberry species was conducted in order to obtain new hybrids with higher productivity. This study aimed to select mulberry hybrid for highland cultivation purpose. Survival rate, length of branches, number of branches, and weight of wet leaves were measured to determine the productivity of five mulberry hybrids. Mulberry hybrids x Morus cathayana M. amakusaguwa M. cathayana M. amakusaguwa IV.10 and x IV.12 are selected hybrids for highland cultivation. Both hybrids produced leaves production increment by 158% and 145% compared to M. cathayana as control. Keywords: Highland, hybrid, mulberry and productivity ABSTRAK Kualitas dan kuantitas pakan ulat sutera mempengaruhi produksi dan kualitas kokon. Persilangan antar spesies murbei telah menghasilkan hibrid baru dengan harapan mempunyai produktivitas yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hibrid murbei yang optimal untuk dikembangkan di dataran tinggi. Lima hibrid baru diuji produktivitasnya berdasarkan nilai persentase tumbuh, panjang cabang, jumlah cabang serta bobot daun basah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan murbei hibrid x IV.10 dan Morus cathayana M. amakusaguwa M. cathayana M. amakusaguwa x IV.12 paling optimal untuk dikembangkan di daerah tinggi. Kedua hibrid tersebut menghasilkan peningkatan produksi daun sebesar 158% dan 145% dibandingkan M. cathayana sebagai kontrol. Kata kunci: Dataran tinggi, hybrid, murbei dan produtivitas I. PENDAHULUAN Pasokan benang sutera dalam negeri saat ini hanya memenuhi 5% kebutuhan, sisanya sebesar 95% harus diimport dari Cina. Total kebutuhan benang sutera per tahun mencapai 900 ton dan menurut Assosiasi Sutera Indonesia (ASSIA), dari sisi kualitas benang sutera lokal memiliki kualitas lebih baik dibandingkan produk Cina (Pudjiono, 2015). Tanaman murbei (Morus spp.) sebagai pakan satu-satunya bagi ulat sutera Bombyx mori L merupakan salah satu faktor penting dalam usaha persuteraan (Nursita, 2011; Andadari et al., 2013). Kualitas dan kuantitas pakan ulat sutera berpengaruh terhadap produksi dan kualitas kokon yang dihasilkan, sehingga untuk mendapatkan panen kokon yang optimal diperlukan daun murbei yang mempunyai kualitas baik dan produktifitas tinggi (Setiadi et al., 2011; Murthy et al., 2013; Muin et al., 2015). Tanaman murbei yang umum dibudi-dayakan oleh petani sutera mempunyai produksi daun relatif masih rendah yaitu 7-10 ton per ha per tahun (Santoso, 2012). Oleh karena itu, perlu dicari jenis-jenis murbei baru yang dapat meningkatkan produksi dan mutu daun murbei. Saat ini sistem perbanyakan tanaman murbei menggunakan perbanyakan vegetatif (stek) tidak dapat ditingkatkan lagi produksinya. Sehubungan dengan itu, telah dilakukan hibridisasi (persilangan antar spesies) dan telah dihasilkan beberapa tanaman hibrid murbei baru dengan harapan mempunyai produksi daun lebih tinggi. Salah satu jenis murbei hasil silangan