Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8(2): 1319-1328 1319 PERANAN ASSET NAFKAH TERHADAP STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA PETANI GUREM LAHAN KERING DI KECAMATAN CAMBA KABUPATEN MAROS THE ROLE OF LIVELIHOOD ASSETS IN THE GUREM FARM HOUSEHOLD STRATEGY ON DRYLAND IN CAMBA SUB-DISTRICT, MAROS REGENCY AN Hikmah* 1 , M Dassir 2 , S Nadirah 3 1 Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Jln. Poros Mamuju-Makassar Sumberjo, Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat 2 Universitas Hasanuddin Jl. Perintis Kemerdekaan No. KM.10, Sulawesi Selatan 3 Universitas Ichsan Gorontalo Jl. Drs. Achmad Nadjamuddin No.17 *Email: aulianurul@itbmpolman.ac.id (Diterima 20-06-2022; Disetujui 21-07-2022) ABSTRAK Secara skala nasional, banyaknya petani gurem di Indonesia dengan penguasaan lahan yang kecil serta pola manajemen yang individual dan tradisional menyebabkan usahatani di Indonesia tidak mencapai skala ekonomi yang diinginkan. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asset nafkah dan strategi nafkah yang dilakukan petani gurem lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asset nafkah yang berperan penting dalam strategi nafkah petani gurem yaitu modal sosial tenur dalam bentuk penyakapan lahan teseng dan lahan sanra (perjanjian gadai lahan) untuk melakukan aktivitas usahataninya dan melakukan strategi nafkah. Strategi nafkah yang dilakukan petani gurem lahan kering sebagian besar masih pada sektor pertanian (off farm), yaitu strategi intensifikasi lahan pertanian dengan mendiversifikasi pola tanam dipersawahan dan lahan kering pada musim kemarau dengan menanam tanaman semusim pada lahan kering seperti kacang tanah. Untuk mempertahankan subsistensi pangan setahun dan peningkatan resiliensi ekonomi petani gurem, maka mereka melakukan strategi nafkah ganda pada sektor off farm seperti rekayasa spasial dengan melakukan migrasi berkebun ke provinsi lain. Salah satu kegiatan strategi nafkah ganda petani gurem adalah dengan mengembangkan kebun coklat dan menjadi buruh bangunan proyek yang terdapat pada desanya yang merupakan kegiatan pada sektor non farm. Staretgi nafkah berkelanjutan yang prospektif untuk dilakukan petani gurem yaitu melalui pengembangan diversifikasi agroforestry intensif dengan menanam tanaman legume, cabai, tomat, dan jahe. Kata kunci: Strategi Nafkah, Asset Nafkah, Petani Gurem ABSTRACT Nationally, the large number of smallholders in Indonesia with small land tenure, individual and traditional management patterns have prevented Indonesian agriculture from reaching the desired economic scale. Based on this aim of this study was to determine the livelihoods and livelihood strategies of dryland smallholders. The results show that the livelihood assets that play an important role in the livelihood strategy of smallholders are the social capital of land tenure in the form of acquisition of teseng land and sanra land (land pledge agreements) to conduct agricultural activities and implement livelihood strategies. Livelihood strategies carried out by smallholders in drylands are mostly still in the agricultural (off-farm) sector, namely the strategy of intensification of agricultural land by diversifying cropping patterns in paddy fields and land. in the dry season by planting seasonal crops on dry land. like peanuts. To maintain a year of food subsistence and increase the economic resilience of smallholders, they are implementing a dual livelihood strategy