p-ISSN : 2528-3561 e-ISSN : 2541-1934 Volume VII, No.4, Oktober 2022 Hal 4036 - 4050 4036 Dampak Ekspansi Biomassa sebagai Energi Terbarukan: Kasus Energi Terbarukan Indonesia Syaifuddin Yana 1 *, Nelly 2 , Radhiana 3 , Nasir Ibrahim 4 , Awal Afrizal Zubir 5 , T.M. Zulfikar 6 , Ardhana Yulisma 7 1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Indonesia 1,2,3,4 Program Studi Manajemen Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Indonesia 5 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala Indonesia 6 Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Indonesia 7 Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ubudiyah Indonesia Banda Aceh Indonesia *Koresponden email: syaifuddin.yana@serambimekkah.ac.id Diterima: 25 September 2022 Disetujui : 6 Oktober 2022 Abstract Energy is vital to Indonesia's economy, acting as a source of consumption and production across many industries. Sustainable development approaches should be employed to maximise energy use for the common good. A literature study on biomass as renewable energy (RE) in ASEAN and Indonesia. ASEAN countries want to reach 23% renewable energy by 2025, according to the meeting's outcome. The ASEAN Government slashed fuel subsidies and fossil fuels and increased regional market integration and project execution speed to attain the 23% renewable energy objective by 2025. Indonesia ’s renewable energy sources are many. Indonesia’s renewable energy development is not as advanced as other countries’. In 2017, the country added 9 GW of renewable energy capacity. Indonesia produce 146.7 million tonnes of biomass in 2019, or 470 GJ/year. Indonesia has a lot of biomass energy potential, so it should keep producing/using renewable energy as much as feasible for society, and its management should follow sustainable development principles. Keywords: economic sector, renewable energy, biomass, potential energy from biomass, sustainable development concepts Abstrak Energi sangat diperlukan untuk menjalankan kegiatan perekonomian di dalam negeri, termasuk di Indonesia, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk kegiatan produktif di berbagai sektor ekonomi. Sebagai sumber daya alam, energi harus digunakan sebanyak mungkin untuk kesejahteraan masyarakat dan pengelolaannya harus mengacu pada prinsip pembangunan berkelanjutan. Studi literatur yang menganalisis berbagai sumber yang terkait dengan masalah ekonomi dalam produksi biomassa sebagai energi terbarukan di kawasan ASEAN, khususnya Indonesia. Hasil diskusi menunjukkan bahwa negara-negara di ASEAN sepakat untuk memenuhi target energi terbarukan sebesar 23% pada Tahun 2025. Untuk mencapai target 23% energi terbarukan dalam bauran energi primer pada Tahun 2025, maka Pemerintah ASEAN mengambil langkah-langkah proaktif seperti penghapusan subsidi bahan bakar fosil, integrasi pasar regional, dan implementasi cepat dari proyek yang ada. Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan yang berlimpah. Meskipun memiliki potensi besar, Indonesia masih tertinggal dari negara lain dalam pengembangan energi terbarukan. Pada 2017, total kapasitas terpasang energi terbarukan di negara ini hanya mencapai sekitar 9 GW. Namun pada Tahun 2019, diperkirakan Indonesia memproduksi 146.7 juta ton biomassa per tahun atau setara dengan sekitar 470 GJ / tahun. Potensi energi biomassa yang begitu tinggi di negeri ini, seyogyanya membuat Indonesia terus bergerak untuk memproduksi/memanfaatkan energi terbarukan sebanyak mungkin untuk kesejahteraan masyarakat dan pengelolaannya harus mengacu pada prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Kata kunci: sektor ekonomi, energi terbarukan, biomassa, potential energy from biomass, konsep pembangunan berkelanjutan 1. Pendahuluan Energi telah menjadi pusat pengembangan ekonomi dan industrialisasi sejak dahulu kala [1]. Dimana terdapat hubungan linier dan positif antara pertumbuhan ekonomi nasional dan konsumsi energi [2]. Energi memiliki peran penting dan tempat yang strategis dalam bidang sosial, ekonomi, budaya dan politik, memutar roda penggerak peradaban yang menopang segala kebutuhan masyarakat. Energi dapat digunakan untuk kegiatan yang berhubungan dengan pembangkitan listrik, pendinginan dan pemanasan [3] [4]. Energi