Edustream: Jurnal Pendidikan Dasar Volume IV, Nomor 1, Mei 2020 39 E-ISSN: 2614-4417 PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DAN MEDIA FLIPCARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI EKOSISTEM SISWA KELAS V SDN SUKOHARJO 2 MALANG Nita Retno Wayuningati 1) , Saeful Mizan 2) 1) SDN Sukoharjo 2 Malang , 2) Universitas PGRI Ronggolawe Tuban zheenit@gmail.com 1) Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Penerapan Problem Based Learning dan media flipcard untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Ekosistem Siswa Kelas V Semester Genap Tahun 2018/2019 SDN Sukoharjo 2 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah PTK. Pelaksanaan PTK mengacu pada model siklus PTK oleh Kemmis dan Taggart meliputi empat tahap yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan, dan 4) refleksi. Subjek penelitian siswa kelas V SDN Sukoharjo 2 Kota Malang sebanyak 30 orang siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan tes tulis. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tindakan nilai rata-rata siswa adalah 74,1kemudian pada siklus I hasil belajar mengalami peningkatan yaitu rata- rata siswa menjadi siswa 79,33 dan pada siklus II dan rata-rata hasil belajar siswa 81,60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Problem Based Learning (PBL) dan media Flipcart dapat meningkatkan hasil belajar Materi Ekosistem Siswa Kelas V Semester Genap Tahun 2018/2019 SDN Sukoharjo 2 Malang. Kata Kunci: Problem Based Learning, media Flipcart, Hasil Belajar PENDAHULUAN Pencapaian hasil pembelajaran IPA yang sesuai dengan tujuan kurikulum tentunya perlu dilaksanakan dengan memperhatikan banyak aspek. Baik dari segi keluasan materi dan kedalaman materi. Selain itu juga memperhatikan aspek pendidik (guru) dan pembelajar (siswa), dan lingkungan sekitar. Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang sangat penting dalam dunia pendidikan, sehingga guru dapat dikatakan sebagai ujung tombak pendidikan. Dalam konteks ini, guru mempunyai peranan yang sangat besar dan strategis, yaitu sebagai pendidik dan pengajar. Menurut Mulyasa (2007:37) guru adalah pendidik yang menjadi tokoh, panutan, dan identifikasi para peserta didik, dan lingkungannya. Guru memiliki peranyang sangat mendasar bagi pencapaian hasil belajar siswa. Bagi anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar khususnya kelas V SD perlu adanya rangsangan atau motivasi supaya anak mau berpikir secara kritis, mau untuk bertukar pikiran dengan teman sebayanya sehingga informasi yang didapat juga berkembang. Langkah yang dapat dilakukan oleh seorang guru, yaitu bisa