231 ANALISIS PRODUK KRIMER KENTAL MANIS DALAM RANGKA PENGEMBANGAN STANDAR NASIONAL INDONESIA BARU Analysis of Sweetened Condensed Creamer Products for Development of New Indonesian National Standards Reno Fitri Hasrini dan Ainun Khoiriyah Balai Besar Industri Agro (BBIA), Kementerian Perindustrian Jl. Ir. H. Juanda No. 11, Bogor 16122 e-mail: rheefit@yahoo.com Diterima: 18 Oktober 2018, Direvisi: 4 Januari 2018, Disetujui: 5 Januari 2018 Abstrak Saat ini banyak produk turunan susu yang sulit dibedakan, yaitu susu kental manis (SKM), susu kental manis nabati (SKMN) dan krimer kental manis (KKM). Oleh karena itu perlu dibuat pemetaan konsep syarat mutu untuk ketiga produk tersebut. Belum ada standar nasional dan internasional yang mengatur dan membedakan karakteristik ketiga produk tersebut. Untuk mengetahui karakteristik KKM lokal di Indonesia serta membandingkannya dengan KKM impor, perlu menganalisis berbagai produk KKM lokal dan impor yang beredar di pasar. Bahan yang digunakan adalah KKM lokal 10 merk dan impor 5 merk. Analisis yang dilakukan adalah kadar air, protein (Nx 6,38%), lemak total dan kadar gula sebagai sakarosa. Hasil analisis menunjukkan bahwa KKM lokal mempunyai rerata kadar air, protein (Nx6,38%), lemak total dan kadar gula sebagai sakarosa adalah 22,68±2,51, 2,27±0,14, 10,74±0,89, dan 47,05±1,25% berturut-turut. Sedangkan KKM impor mempunyai rerata kadar air 22,68±2,68%, protein (Nx6,38%) 1,42±0,11%, lemak total 10,33±0,09% dan kadar gula sebagai sakarosa 50,5±2,77%. Kadar air, protein (Nx6,38%), lemak total dan kadar gula sebagai sakarosa KKM lokal dan impor memenuhi konsep RSNI Krimer Kental Manis dan tidak masuk ke dalam kriteria konsep susu kental manis nabati. Kata kunci: krimer kental manis lokal, krimer kental manis impor, konsep RSNI Krimer Kental Manis, syarat mutu Abstract Currently many milk derivative products are difficult to differentiated, namely sweetened condensed milk (SCM), non dairy sweetened condensed milk (NDSC) and sweetened condensed creamer (SCC). Therefore, it is necessary to mapping the concept of quality requirements for the three products. There are no national and international standards that govern and distinguish the characteristics of the products. To find out the characteristics of local SCC in Indonesia and compare them with imported SCC, it is necessary to analyze various local and imported SCC where circulating in the market. The materials used are local SCC 10 brands and 5 brand imports. The analysis carried out was water content, protein (Nx 6.38%), total fat and sugar content as saccharose. The results of the analysis showed that the local SCC had average of water content, protein (Nx6.38%), total fat and sugar content as saccharose were 22.68 ± 2.51, 2.27 ± 0.14, 10.74 ± 0, 89, and 47.05 ± 1.25%, respectively. Whereas imported SCC had average of water content was 22.68 ± 2.68%, protein (Nx6.38%) was 1.42 ± 0.11%, total fat was 10.33 ± 0.09% and sugar content as saccharose was 50.5 ± 2.77%. Quality requirements for local and imported SCC suitable for the Indonesian National Standard Concept of sweetened condensed creamer and were not suitable with quality requirements of non dairy sweetened condensed milk concept. Keyword: local sweetened condensed creamer, imported sweetened condensed creamer, Indonesian National Standard Concept of sweetened condensed creamer, quality requirements 1. PENDAHULUAN Saat ini banyak beredar berbagai jenis produk susu dan turunannya. Mulai dari susu segar, susu pasteurisasi, susu UHT, susu bubuk, hingga susu kental manis yang memiliki masa kadaluarsa yang panjang (Tantya et al. 2013). Selain produk susu yang kandungan susunya tinggi, beredar pula produk turunan susu yang sedikit mengandung susu dan dilakukan penambahan minyak nabati. Salah satu produk turunan susu yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah krimer kental manis (Rosida et al., 2016). Krimer kental manis (KKM) adalah produk pengganti susu atau krim yang merupakan produk emulsi lemak dalam air, dibuat dari