JIME (Journal of Industrial and Manufacture Engineering), 5(2) November 2021 ISSN 2549-6328 (Print) ISSN2549-6336 (Online) DOI : 10.31289/jime.v5i2.5163 JIME (Journal of Industrial and Manufacture Engineering) Available online http://ojs.uma.ac.id/index.php/jime Analisa Teknis dan Ekonomis pada Desain Alat Decanter pada Pabrik Biodiesel Technical and Economic Analysis on Equipment Design of Decanter in Biodiesel Industry Erwan Adi Saputro* 1) , AR Yelvia Sunarti 2) , Tahan Aprijal Simamora 3) , dan Achmad Rizaldi 4) Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik. Universitas Pembangunan Nasional. Diterima: Maret 2021; Disetujui: November 2021; Dipublikasi: November 2021; *Coresponding author : erwanadi.tk@upnjatim.ac.id Abstrak Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan energi nasional dalam pengembangan sumber energi alternatif sebagai pengganti BBM, salah satunya biodiesel. Saat ini, pengembangan biodiesel umumnya menggunakan kapasitas relatif kecil dengan proses batch. Beberapa peralatan pendukung pada proses batch produksi biodiesel yaitu alat produksi biodiesel dan alat pemisahan produk biodiesel. Pemisahan produk biodiesel dilakukan untuk mendapatkan kemurnian produk. Salah satu alat yang digunakan dalam pemisahan produk biodiesel adalah decanter. Decanter merupakan komponen peralatan pada pabrik pengolahan kelapa sawit maupun biodiesel, yang berfungsi untuk memisahkan minyak dengan senyawa lain seperti gliserin, berdasarkan atas perbedaan densitas, sebelum menuju ke tahap pemurnian seperti kolom distilasi. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga decanter di masa mendatang berdasarkan spesifikasi alat. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan spesifikasi alat yang diperlukan berdasarkan kapasitas dan menghitung penentuan harga menggunakan persamaan Peters & Timmerhauss dan dibandingkan dengan harga di pasaran saat ini. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa semakin besar kapasitas maka semakin besar dimensi alat decanter seperti volume, panjang, diameter tangki, tebal shell yang diperlukan. Selain itu, apabila semakin besar kapasitas dan diameter yang diperlukan maka harganya semakin mahal. Berdasarkan perhitungan penentuan harga decanter hasilnya sesuai dengan harga yang ada dipasaran saat ini. Sehingga metode perhitungan ini layak digunakan untuk memprediksi harga decanter. Kata Kunci : Spesifikasi; Harga; Alat; Decanter; Biodisel Abstract The Indonesian Government has established a national energy policy for the development of alternative energy sources as a substitute for fuel, one of which is biodiesel. Currently, the development of biodiesel uses a relatively small capacity (batch process). Supporting equipment for the biodiesel production batch process are biodiesel production equipment and biodiesel product separation equipment. Separation of biodiesel to obtain product purity. One of the equipment components in the separation of biodiesel is a decanter. The decanter is a component of equipment in palm oil and biodiesel plants, to separate oil from other compounds such as glycerin, based on differences density, before the purification process (distillation column). This study aims to predict future decanter prices based on equipment specifications. This research determines the required equipment specifications based on capacity and calculates the pricing using the Peters & Timmerhauss equation and compares prices in the current market. Calculations show that the increase the capacity will increase the dimensions of the decanter (volume, length, tank diameter, and shell thickness). Increasing capacity and diameter will be more expensive. Based on the calculation of the determination of decanter prices, the calculation is according to the current market price. So that this calculation method is feasible to use to predict the price of a decanter. Keywords: Specification, Price, Equipment, Decanter, Biodiesel How to Cite: Saputro, Erwan Adi, AR Yelvia dkk (2021). Analisa Teknis dan Ekonomis pada Desain Alat Decanter pada Pabrik Biodiesel. JIME (Journal of Industrial and Manufacture Engineering). 5(2): 130 - 136